Monday, April 24, 2017

Yang lebih samar dari langkah semut

yang paling bahaya, itu justru apa yang ga keliatan.

pengen dilihat orang lain baik, pengen dipuji, terlalu peduli apa kata orang, ngelakuin sesuai bukan semata karena Allah.

susah, susah banget emang.

rasanya nikmat besar banget bisa punya ketulusan ngelakuin sesuatu cuma peduli sama apa kata Allah.

Riya', Sum'ah, lebih samar dari langkah semut. Semoga kita termasuk yang selamat. Sekalipun terjatuh, semoga bisa bangkit lagi, taubat lagi, mulai lagi.

Bismillah..

"Ia bersama persangkaan hamba-Nya."
"Minta apa-apa ke Allah, sekalipun sendal yang putus."
"Hati yang tenang, karena tahu Allah Maha Kuasa."

****

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan bahaya riya’ atas umat Islam melebihi kekhawatiran beliau terhadap bahaya Dajjal. Disebutkan dalam sabda beliau: “Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang lebih aku takutkan menimpa kalian daripada Dajjal.” Kami menyatakan, “Tentu!” beliau bersabda “Syirik khafi (syirik yang tersembunyi). Yaitu seseorang mengerjakan shalat, lalu ia baguskan shalatnya karena ia melihat ad seseorang yang memandangnya.”
Sumber: https://muslimah.or.id/75-ketika-kita-ingin-dilihat.html

Diary Kehamilan Kedua; Setengah Perjalanan

Alhamdulillah, ga terasa udah setengah perjalanan kehamilan kedua ini. La haulawalakuwwata ilabillah.. Perut mulai membesar, coat masih muat tapi, :D

Sebagai dokumentasi dan pembelajaran, saya mau menuliskan sedikit catatan tentang kehamilan kali ini. Apa yang sama atau berbeda di kehamilan kali ini?

- Minim mual
Alhamdulillah, dalam dua kali kehamilan, dua-duanya cukup 'mudah'. Ga ada muntah, ga ada mual berlebihan. Waktu hamil pertama, mual hanya muncul kalau perut kosong alias lapar. Di kehamilan kedua ini kurang lebih sama, cuma ditambah mual juga kalau kebanyakan makan, hehe. Setelah masuk trimester dua, mual kalau makan banyak sudah hilang, jadilah makannya mulai mengkhawatirkan, susah berhentii.. *istighfar

Di kehamilan pertama, dua bulan pertama aja udah naik 4kg. Di kehamilan kedua, empat bulan pertama naiknya 2kg saja, alhamdulillah. Tapii, berhubung begitu trimester pertama lewat makan jadi susah berhenti, dalam 2-3 minggu ini udah naik 3kg huhu. Udah mulai harus ngurangin nasi lagi nih :)

- Lebih produktif, lebih banyak bergerak
Dulu waktu hamil pertama di minggu 5-11 alias di trimester pertama, saya udah kaya sleeping beauty, bawaan lemes dan ngantuk banget. Tidur siang bisa 2-3 jam, tapi jam 8 malam udah tepar bobo lagi. Dulu saya sampe mikir, duh kalo hamil begini rasanya, gimana kehamilan kedua dan seterusnya dimana udah ada si kakak yang harus diurus juga. Qadarullah, hitung-hitungan Allah ga selalu sama dengan makhluk, Ia beri kemudahan sehingga tubuh tetap merasa fit sekalipun di trimester pertama. Kadang malah sekalipun di rumah bawaan lemes dan eneg, begitu keluar menghirup udara segar alhamdulillah langsung seger lagi. Apa pengaruh kualitas udara di Bandung/Jakarta (seperti di trimester kehamilan I) berbeda dengan di Gothenburg? Wallahualam..

Di hamil kedua ini juga alhamdulillah lebih seneng masak. Uji coba masakan baru. Kayaknya si ga ada hubungannya sama kehamilan, emang bagian dari tekad aja pengen belajar masak, kebetulan pas lagi hamil. Ditambah impulsifitas meningkat jadi aja dapet inspirasi dikit bawaannya pengen langsung eksekusi aja, hehe.

- Lebih nyantaaai
Dulu, karena di Indonesia mudah banget yang namanya periksa kehamilan dan sekaligus USG, saya bisa tiap bentar cek hamil. Gonta-ganti dokter, bahkan sekedar periksa karena mau USG aja juga pernah. Urusan makanan juga sangat hati-hati sekali. Indomi sama sekali ga makan di trimester pertama, bahkan di trimester akhir juga makannya sesekali aja plus rasa bersalah.

Di kehamilan kali ini saya udah bertekad untuk lebih tenang dan santai menjalaninya. Terlebih didukung sistem kesehatan di Swedia yang memang sangat relaks. Disini ibu hamil ga diperlakukan sebagai orang sakit yang butuh perlakuan khusus. Maka ga heran disini ga dijumpai resep vitamin seabrek seperti dulu di Indonesia, juga ga ada susu hamil, ga ada cek hamil sering-sering, bahkan USG juga cuma 1-2 kali aja. Mungkin di Indonesia pun ada ya tenaga kesehatan yang seperti itu, yang membedakan adalah, di Swedia ini mindset 'relaks' seperti itu sudah jadi standar, apa-apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh tiap tenaga kesehatan akan seragam dimana pun. Jadi ga perlu pusing karena perbedaan pendapat dokter/bidan terhadap suatu hal, ga perlu repot hunting obgyn atau bidan yang oke, karena semuanya 'sama'. Sedikit pengalaman tentang kehamilan di Swedia pernah saya tuliskan disini "Cerita Kehamilan di Indonesia dan Swedia".

Masih seputar nyantai juga, urusan makanan saya ga terlalu riweuh. Mi instan makan aja tapi maksimal seminggu sekali, hehe. Walopun begitu insyaAllah ya karena disini ga ada jajanan aneh-aneh, maka yang kemakan juga insyaAllah relatif aman.

- So far kenaikan berat badan lebih terjaga
Dulu waktu hamil Asiyah total kenaikan berat selama 40 minggu itu sekitar 25kg. Huwow banget ya hehe. Sagala dimakan. Berhubung kalo laper mual, maka saya makan terus biar ga mual, eh malah keterusan :P Mual hilang doyan makannya lanjut teruus.

Nah dikehamilan kedua ini, di trimester satu, kalo makannya kebanyakan jadinya mual juga. Jadi lebih jaga makan. Malah ga keliatan lagi hamil sampe 3-4 bulan gitu. Tapi setelah beranjak trimester dua, mual sudah hilang seutuhnya, mulailah pengen makan ini itu.
Seperti yang udah dibilang diatas, pada kehamilan kali ini, 4 bulan pertama naiknya 2 kg, di usia kehamilan 5 bulan total naik 5 kg. Sekarang di kehamilan 23 minggu udah naik sekitar 7-8 kg. Mulai drastis ya naiknya. Semoga total ga lebih dari 15kg deh, kalo bisa malah 12 kg aja. Bismillaah. Apapun itu semoga semua sehat, normal, lancar, berkah, dan membahagiakan. Aamiin..

Kurang lebihnya segitu dulu, kalo ditunda terus sampe bener-bener tuntas bisa-bisa keburu brojol dedeknya hehe :D

Gothenburg, 24 April 2017
23 minggu kehamilan

Wednesday, April 19, 2017

Tentang Insan

"Ego itu nafsu. Mau keliatan baik, keren, itu nafsu. Pengen yang enak-enak aja, itu nafsu. Cara mengendalikannya ditekan nafsu itu, 'dirotan', dilawan. Pake hal-hal yang 'ga enak' oleh nafsu. Misal beberes, bersihin kamar mandi, maunya malas-malas terpaksa bergerak. Udah ngerasa hebat, disuruh jualan jajain barang ke orang-orang. Itu upaya-upaya menekan nafsu, menekan ego."

Kurang lebih begitu nasihat pagi dari Pak Hali dan Bu Gen.

Akhir-akhir ini lagi suka dengerin videonya channel Pak Hali dan Bu Gen (Gen dan Halilintar) di youtube. Dengerin Pak Hali ngomong kayak dengerin ceramah ustad tapi disampaikan dengan bahasa yang lebih bisa diterima segala kalangan, lebih general.

Sering sekali diingatkan tentang menjaga hubungan dengan Allah, berusaha mengenal-Nya.

"Tidak merasa salah itu udah salah. Seharusnya selalu kita ini ada rasa menyesal, sekalipun sedang tidak melakukan kesalahan."

Istiqomah. Taubat. Ikhlas.

Terminologi mendasar yang disampaikan dengan lebih membumi, diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari.

Sekian, catatan hari ini biar ga langsung lupa.


Tuesday, April 18, 2017

Kalibrasi


Kumohonkan hati yang tulus bersih, ya Rahman,
Agar mampu diri ini menjaga dan mempertanggungjawabkan amanah-Mu.

Lemah diri ini, rapuh hati ini,
tak akan bisa tanpa-Mu.

Hanya Engkau sumber kekuatan, sumber kehangatan, sumber ketenangan.

Cintailah ia, ya Rabb.. Sayangilah ia.. Dan sayangilah mereka yang mencintainya..

Repetition

Akan sulit menyembuhkan, ia yang sakit
Akan sulit memberi, ia yang tak memiliki

Segeralah bangun, bangkit, sembuh

Biar tak rugi waktu berlalu.

Jangan manja, jangan dengarkan bisikan setan yang ingin kau malas.

Lawan.

Luruskan hati yang kalau didiamkan niscaya bengkok.

Bergerak.