Saturday, June 2, 2018

Fitrah Seksualitas #Day10

kali ini saya mau menyarikan ilmu dari buku prophetic parenting terkait menjaga firrah seksualitas anak,

  • Di usia pralatih, tempat tidur anak dipisahkan dari saudaranya. Hal ini menunjukan kecenderungan seksual mulai perlahan muncul.
    • Apabila anak-anak kalian mencapai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah antara tempat tidur mereka. Dan apabila sudah mencapai usia sepuluh tahun, maka pukullah mereka untuk shalat. (HR Al-Hakim, Shahih).
  • Melatih anak meminta izin sebelum masuk rumah dan kamar orang tua
    • Sejak kecil anak dibiasakan meminta izin sebelum masuk ke kamar orang tua pada tiga waktu sensitif, yakni sebelum subuh, waktu tidur siang, dan setelah shalat isya. Sesuai arahan dalam surat An-Nur: 58-59.
  • Jelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina
    • Penjelasan disesuaikan dengan budaya negara setempat. Bila anak tinggal di negara barat bisa diperlukan penjelasan lebih mendalam.
  • Menjauhkan anak dari bercampur baur dengan lawan jenis
  • Mengajarkan kewajiban mandi janabah ketika anak mendekati baligh.
    • Tidak hanya tata cara mandi, tapi juga penyebabnya. Tanamkan pula kesadaran akan dimulainya tanggung jawab memikul dosa, dan adanya malaikat yang senantiasa mencatat amal.
  • Membiasakan anak menundukan pandangan dan menutup aurat
    • Anak dibiasakan menutup aurat bersamaan dengan perintah mengerjakan shalat, dimana pakaiannya harus menutup auratnya saat shalat. Baik untuk anak lelaki maupun perempuan.
  • Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
    • Tidur tengkurap dapat menyebabkan organ reproduksi anak mengalami gesekan sehingga dapat membangunkan syahwatnya.
  • Menganjurkan nikah muda
    • ”Tidak ada penawar yang lebih baik bagi dua orang yang saling jatuh cinta selain pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)

sumber= buku Prophetic Parenting

Fitrah Seksualitas #Day9

Kali ini review tentang kelompok saya sendiri, hehe, kelompok 10. Kami mengangkat tema tentang menjaga fitrah seksualias pada usia pra-aqil baligh.

Salah satu solusi diambil dari menyarikan buku prohetic parenting, yang memang punya bab khusus tentang menjaga fitrah seksulitas anak.

Diskusi berlangsung seru, karena melalui diskusi jadi ada ilmu yang teralirkan. Misalnya, bahwa proporsi wanita dalam alquran yang tertinggi adalah sbg istri, baru ibu dan baru urusan pribadi. MasyaAllah..

semoga ada kebaikan yang alirkan. barakallahu fiik

Friday, June 1, 2018

Fitrah Seksualitas #Day8

Kali ini review kelompok 9 dengan tema kekerasan seksual pada anak. Huaa baca judulnya aja udah nano-nano deh.. :(

Ada beberapa poin yang menarik yang beberapa baru saya ketahui disini. Pertama, yakni anak laki-laki juga sama beresiko jadi korban sebagaimana anak perempuan. Malahan, di tahub ini kasus lebih banyak terdata terjadi di anak laki-laki. Kedua, para pelaku kebanyakan adalah korban juga dulunya.

Ada satu quotes indah dari Bunda Elly Risman,
“Pengasuhan adalah proses pembentukan
kebiasaan dan kenangan.
Bagaimana Anda mengasuh anak kita akan
terlihat hasilnya. Selamat menuai pada saat
musim ‘panen’ tiba”.

Beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya biasakan ngobrol dengan anak tentang apa saja, budayakan diskusi keluarga, perkuat doa perlindungan, ajarkan aurat dan malu, dsb.

Barakallahu fiik

Fitrah Seksualitas #Day7

Kali ini review presentasi kelompok 8, dengan tema peranan keluarga dalam melindungi anak dari bahaya LGBT.

dalam islam sudah jelas, terang benderang, bahwa Allah hanya menciptakan dua jenis kelamin. Dua fitrah sesuai gender tersebut. Maka selainnya bisa dipastikan adalah penyimpangan pada fitrah.

grup 8 menuturkan penyebab dari adanya LGBT yakni kesalahan pola asuh, gaya hidup, dan faktor lingkungan.

melalui slide ini juga saya baru tahu kalau pemerintah sudah menggolongkan LGBT sebagai permasalahan kejiwaan (Dinkes, 1998). Ada rasa lega. Karena di barat ini terutama di Swedia, kuat sekali propaganda tentang penerimaan LGBT sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa. Sebagai ibu dan terutama muslim saya merasa jengah. Mereka itu tidak tahu, perlu diberi tahu, diselamatkan, dikasih tahu mana yang selamat, bukannya didukung untuk masuk jurang.

Ah andai tahu siksanya kaum homoseksual itu begitu berat dalam islam. Naudzubillah min dzalik.

Semoga Allah menjaga diri kita, keluarga dan keturunan kita, serta seluruh orang di lingkunan kita.. Banyak-banyak istighfar bunda..

Monday, May 28, 2018

Takwa Itu Apa?

Dari dulu berkali-kali, berulang-ulang dengar kata 'takwa'. Beberapa kali mendengar penjelasannya, 'takut kepada Allah'. Tapi saya merasa butuh penjelasan lebih dalam lagi. Kata ini, pasti maknanya dalam dan luar biasa.

Hingga, Allah ajarkan melalui lisan Ustadz Adi Hidayat dan Syekh Omar Suleiman.

Ust Adi bilang, takwa itu lawannya nafsu (fujur), keduanya bertempat di hati. Dua hal yang saling bertolak belakang. Misalnya, sifat takwa adalah jujur, sifat nafsunya bohong. Sifat takwanya sabar, sifat nafsunya marah. Dua kata itu disebut sama banyaknya dalam alquran.

Kalau seseorang terbiasa menekan nafsu, maka sifat takwanya akan terangkat, dan sebaliknya.

Syekh Omar Suleiman menjelaskan, bahwa orang bertakwa itu ibarat seseorang yang berjalan sambil ditimpuki batu, ia akan mendekap erat tubuhnya agar tidak terluka. Dekapan erat, kuat, itu adalah takwa. Dan lemparan batu itu ibarat ujian sepanjang kita hidup. Orang yang bertakwa ga boleh meleng, ia akan terus waspada dan berpegang kuat agar selamat.

Intinya, takwa ini adalah kehati-hatian, berpegang kuat, waspada. Takwa adalah hal yang perlu diperjuangkan dengan sadar sepanjang waktu. Selama masih ada nafas dikandung badan. Ga ada kata selamat atau 'pause' dulu gitu. Terus menerus ini adalah ladang juang.

Dengan memahami dua penjelasan diatas, makna takwa jadi lebih hidup. Perjuangannya terus menerus. Pantaslah surga hadiahnya.

Semoga tiap hari, semakin bertambah ketakwaan kita. Semakin pandai menekan nafsu. Astaghfirullah..