Posts

Mengajarkan Fitrah Gender

Image
​ Di suatu tempat makan yang ndak ramai, uni (4y) mau ke toilet. Toiletnya cuma dua bilik masing-masing dikasi logo wanita dan pria.. Bilik sederhana aja, bukan tipe toilet besar yg harus masuk-masuk dulu gitu..  Ternyata di bilik wanita bau pisan, anaknya pun ragu keluar lagi.. Karena sebelahnya kosong (bilik pria) bunda pun nyaranin kesitu aja dulu “gpp kok masi kecil ini”, dan bener2 kosong toh bentuknya bilik thok bukan yang harus masuk dulu gitu..  tapi anaknya ragu dan kekeuh dia bilang “nanti aja deh, uni tahan kok.. Allah kan liat..” 🥲  Ceritanya anak-anak abis dibacain buku tentang perbedaan fitrah wanita dan pria di “Buku Pintar Iman Isam” nya SDI disitu ada dibahas tentang “laki-laki gak boleh menyerupai wanita” dan sebaliknya, kayaknya karena itu dia jadi makjleb dan mikir begitu.. 🥲  emang jiwa anak-anak tu begitu mudah menerima pelajaran ya masyaAllah.. jadi bunda nih yang belajar heuheu..  endingnya gmn? setelah sekian lama nahan BAK akhirnya di...

Pengaruh Kesholihan Orang Tua terhadap Anak

Image
Suatu hari baca kata-kata begini, “Gimana bisa berharap suatu bayangan bisa lurus, sementara bendanya bengkok?” Iya, bayangan adalah anak, dan bendanya adalah orang tua.. #makjlebb Mendidik anak berarti (harus mau) mendidik diri sendiri..  Mengharapkan anak cinta pada majelis-majelis ilmu (dan bukan majelis-majelis maksiat) berarti kita sebagai orang tua juga harus mau mengkondisikan diri untuk terlebih dahulu menjalankannya.. Mengharapkan anak mencintai alquran, berarti kita harus mau terlebih dahulu mencintainya dan berusaha mengakrabkan diri dengannya.. Mengharapkan anak menjauhi yang sia-sia, hanya mengisi waktu dengan hal bermanfaat, yang sadar bahwa tiap detik akan dihisab… tentu kita sebagai orang tua juga harus mau melepas kesenangan kosong nirfaedah yang hanya bikin mubazir rezeki waktu semata. Bismillah ya, semoga kita termasuk orang tua yang jujur dengan doa-doa kita.. Yang sinkron antara doa dan usaha. “Wahai anakku, sesungguhnya aku memperbanyak shalat karenamu (dengan...

LDR Beda Benua dengan Tiga Anak

Image
Gak terasa dua minggu sudah hampir berlalu secepat kilat. Rasanya baru kemarin jemput Ayah di hotel setelah karantina. Rasanya baru kemarin heboh sama anak-anak nyiapin kartu ucapan selamat datang untuk Ayah. Gak terasa besok, Ayah harus kembali merantau ke Belanda. Terpisah belasan ribu km dari istri dan tiga buah hati. Ini akan jadi episode kedua LDR antar benua, sebelumnya dari bulan Agustus-Oktober kita udah melewati episode pertama.  Kangen? Jangan tanya. Saya seperti disadarkan bahwa ternyata berharga banget bisa mendengar langsung suara suami, bisa ngobrol bebas gak diperantarai teknologi. Ternyata berharga banget bisa menyentuh lembut tangannya, memeluk sampai hati tenang, bahkan sekedar melihat matanya. Ya Allah nulis begini aja udah berkaca-kaca rasanya, padahal orangnya masih di rumah. Lagi di bawah masih main sama anak-anak. Dulu, waktu baru nikah kami juga LDR dua tahun. Dibanding sekarang, tetep lebih galau dulu sih. Tapi namanya LDR, biar kata lebih ‘ringan’ pun teta...

Menemani Anak Belajar Online

Image
Sudah sekitar satu bulan lebih Kakak sekolah (online). Tepatnya sejak kembali ke Indonesia dan memulai lembaran baru jadi anak SD :D  Jujur aja disaat mungkin sebagian orang tua, terutama ibu, mengeluh karena proses belajar daring yang dinilai rempong, saya justru menikmati :D Bukannya gak rempong, rempong banget tentunya apalagi kudu dampingin Uni Maryam (4tahun) dan jagain Baby Salman (11 bulan) juga. Kadang rasanya badan mau membelah diri aja. Tapi jujur ada elemen serunya juga. Terutama di aspek kita jadi bisa bener-bener ngeliat progress belajarnya anak-anak. Bahkan, bisa ikutan belajar :D Udah lama si saya ini pengen belajar bahasa arab, tapi ya masi kebanyakan tapi-nya. Qadarallah, melalui ikut nimbrung (alias mendampingi) Kakak sekolah, Bundanya ikutan belajar. Begitu juga jadi dapet inspirasi teknik-teknik pengajaran untuk Uni Maryam yang masih Bunda Schooling (alias home schooling sama Bunda heheh). Sekalian ngejurnal sekalian nyatet disini ajalah ya apa yang Bunda (eh ma...

Persiapan Pindah Negara (Merantau)

Image
Seorang adik bertanya di IG @dhefimaputri, “Apa aja yang harus dipersiapkan untuk mulai tinggal diluar negeri sama keluarga kecil?” Ga dipungkiri ya, sangat mungkin kita dihadapkan pada kondisi harus merantau. Nah kalo persiapan teknis, menurut saya akan sangat bergantung dengan negara/kota tujuannya. Dengan kata lain, akan lebih tepat sasaran kalo nanya langsung ke orang yang bermukim di tempat tersebut (untuk persiapan teknis pindahan ke Swedia dan Belanda mungkin akan dibahas di tulisan lain).  Kali ini saya mau sharing  tentang persiapan nonfisik alias persiapan mental. Menurut saya bab ini lebih krusial. Kalo urusan teknis semisal bawa apa aja, ini mah gempil. Nah urusan yang didalem hati nih, yang kadang dianakduakan padahal buat saya sih (jauh lebih) penting. Karena biar gimana, pindahan apalagi beda negara adalah milestone hidup yang besar, yang boleh jadi ga sederhana prosesnya. Jangankan pindah benua, jangankan pindah negara, pindah provinsi aja walau sama-sama di I...

Refleksi Pengasuhan Anak | Persiapan Sebelum Menikah

Image
 Mau menjejak rasa. Alhamdulillah, betapa tenang dan bersyukurnya. Malam hari, anak-anak dan suami sudah terlelap. Bunda diapit Baby Salman dan Uni Maryam, Kakak Asiyah berpelukan dengan Ayah. Terima kasih ya Allah atas kebersamaan ini. Begitu nyaman hati bisa senantiasa bersama mereka yang dicintai. Bagi banyak orang barat, tidur keruntelan begini bukan hal yang lumrah. Malah kadang dianggap aib. Anak bahkan bayi ‘baik’ adalah yang bisa tidur mandiri sendiri kalau perlu terpisah kamar dari orang tua sejak hari pertama.  Syukurlah jodohku wong indo aseli, heheh. Bukan hanya itu, kami memiliki prinsip dan value yang sejalan dalam mengasuh anak-anak. Kami berdua sama-sama seneng melukin anak, keruntelan berjamaah, dekat secara fisik dan hati dengan mereka. Gak mendewakan  physical detachment  yang terlalu dini, sewajarnya aja sesuai usia. Kami menikmati prosesi ngelonin anak-anak. Memeluk erat mereka di kasur kami sampai terlelap dengan tenang. Walaupun kasur kami cuku...

Gimana Cara Membuat Snowman? | Salju di Eropa

Image
Lima tahun yang lalu, kami bikin Snowman waktu masih tinggal di Gothenburg. Awalnya saya kira caranya tinggal ditumpuk-tumpuk aja kayak main pasir. Dicoba berkali-kali gak bisa-bisa. “Lah kok ribed yak bikin Snowman.” Pas suami liat, belio pun tertawa dan bilang, “Bukan gitu Bunda caranya.. Bikin bola kecil aja terus gulingin di tanah, nanti dia gede sendiri. Namanya juga ‘ snowball effect ’.” Seketika saya pun terbelalak(?). Oiya bener juga ya! Kan udah sering denger istilah ‘snowball effect’ terutama di teknik sampling . Ternyata emang begitulah sifat salju, dia akan otomatis narik salju lainnya kalo digulingin sampai akhirnya membesarrr. Akhirnya cepat aja jadiah snowman kami yang pertama, di Januari 2016. Kakak Asiyah masih 15 bulan waktu itu. Uni Maryam dan Baby Salman masih di awang-awang :”) snowman pertama dulu Januari, 2016 Dan fast forward , lima tahun kemudian, Febuari 2021. Kali ini Pak Suami yang nemenin anak-anak main salju. Akhirnya Eindhoven bersalju tebal, setelah tahu...