Posts

Showing posts with the label resume

Teknik Membaca Cepat (Speed Reading)

Image
Mengawali tahun yang baru, ada beberapa resolusi yang saya buat. Hem, sebenernya saya gak pernah menspesialkan apalagi meritualkan harus bikin resolusi tiap tahun baru sih. Bisa dibilang, qadarallah momennya pas aja. Pas lagi dapet inspirasi perbaikan diri, ya pas lagi mau tahun baru. Kalau tahun yang baru ibarat simpul waktu, maka ga ada salahnya menjadikan momen ini sebagai pengingat dan penyemangat perbaikan, kan ? :) Nah, salah satu rencana di tahun ini adalah lebih banyak dan lebih konsisten membaca.  Because, " Leaders are readers," ( Jim Kwik).  A nd at least each of us needs to lead our own selves, true? Tentu ini bukan resolusi 'yuk baca' pertama dalam hidup. Udah seriiing dari dulu-dulu pasang moto ini. Ya #lessgadget lah, ya #morebooks lah, dan semacamnya. Tapi nyatanya? Masih banyak aja tuh buku yang belum tuntas cover to cover. Hiks. Maka sebelum memulai baca buku, di akhir tahun 2018 saya mencari ilmunya dulu tentang membaca. Lebih tepatnya, tentang ...

Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa

Tadi muncul tulisan Ust. Harry ini di beranda FB. Biar mudah dibaca-baca lagi di kemudian hari, mari kita tulis disini... *** Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa Yakinlah bahwa tugas orangtua mendidik anak adalah tugas dari Allah sepanjang sejarah manusia, maka Yakinlah Allah pasti membantu dam pasti mencukupkan semua yang dibutuhkan. Yakinlah bahwa Allah tidak mungkin salah orang ketika memberi amanah Anak yang demikian itu kepada kita. Kitalah orangtua versi terbaik bagi anak anak kita menurut Allah  Yakinlah bahwa Allah akan mengguyur setiap orangtua dengan hikmah yang banyak, maka banyaklah bersyukur seperti Luqman yang diberi hikmah dalam mendidik anak anaknya Yakinlah bahwa tiap anak sudah membawa potensi baik fitrahnya masing masing. Yakinlah bahwa mustahil Allah ciptakan anak kita tanpa peran istimewa di masa depan. Maka ikuti saja jalan fitrah itu. Yakinlah bahwa jika Allah amanahkan misalnya 10 anak maka Allah instal 10 ilmu p...

Catatan Kajian Kitab Riyadhus Shalihih 1 - Ust. Khalid Basalamah

Image
Kajiab kitab Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih) karya Imam An-Nawawy, salah satu ulama besar yang sangat produktif, tak kurang dari 40 karya tulis beliau hasilkan semasa hidupnya. Kitab ini banyak menjelaskan tentang janji Allah terhadap suatu amalan, dan juga sekaligus ancaman Allah terhadap maksiat. Bedah kitab ini dilakukan oleh Ustadz Khalid Basalamah. Beliau adalah salah satu ustadz pemberi kajian favorit kami, sangat lugas-jelas dan makjleb penjelasannya. Rasanya tiap menit sangat berharga, kalimat beliau efektif-efisien, yang menurut saya cukup tricky untuk bahasa kita. Ustadz Khalid mengatakan, cara paling mudah untuk membuat suatu amalan lestari adalah dengan mencari tahu tentang janji Allah atau keutamaan terhadap amalan tersebut. Misal keutamaan shalat-shalat fardhu, dan lainnya. (Misal, bila shalat dhuha empat rakaat maka akan dimudahkan urusan, maka akan lebih bersungguh-sungguh kita dalam melakukannya.-- contoh tambahan penulis) Apakah boleh melakuk...

Prophetic Parenting, bag. 4; Hukuman sebagai Bagian dari Pendidikan

Image
"Tidaklah suatu keluarga diberi kelembutan melainkan akan memberi manfaat untuk mereka. Dan tidaklah sebaliknya melainkan akan memberi mudharat kepada mereka." (HR. Thabrani, Sahih) Imam Al-Ghazali berkata, "Anak kecil apabila dilalaikan pada awal pertumbuhannya, biasanya dia akan tumbuh dengan memiliki akhlak yang buruk: suka berdusta, pengdengki, suka mencuri, mengadu domba, suka mencampuri urusan orang lain, suka melecehkan orang lain, dan menipu. Semua itu bisa dihindari dengan pendidikan yang baik." Sebelum memulai tentang pembahasan mengenai hukuman, pada buku ini sebelumnya telah dibahas mengenai metode kenabian dalam mendidik akal dan kejiwaan anak. Namun bila segala metode tersebut telah dilakukan tapi belum berhasil, barulah diperlukan pengobatan berupa hukuman. Jadi bisa dibilang hukuman adalah jalan terakhir dari segala metode pendidikan (akal dan jiwa). Hukuman dilakukan semata agar anak sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang serius dan bu...

Khadijah, A Great Woman Behind the Scene

Image
Khadijah, satu dari empat wanita terbaik sepanjang masa. Istri pertama dan teristimewa Rasulullah SAW yang tak mampu ditandingi istri-istri lain beliau setelahnya. Cinta beliau pada Khadijah, yang membuat dengan mendengar sepupu Khadijah saja, yang nada bicaranya serupa dengan Khadijah, cukup membuat beliau teringat akan istri pertamanya itu dan memuliakan sepupu Khadijah sebaik-baiknya. Cinta beliau pada Khadijah, yang membuat beliau tak sanggup menerima tebusan kalung pemberian Khadijah pada Zainab, yang putrinya itu gunakan untuk menebus suaminya saat menjadi tawanan perang. Cinta beliau pada Khadijah, yang membuat beliau membagi-bagikan daging kambingnya, yang tentu bukan makanan yang biasa beliau miliki sehari-hari, kepada teman-teman Khadijah, sampai cemburu Aisyah dibuatnya. Cinta beliau pada Khadijah, yang membuat beliau begitu marah pada Aisyah, saat nama Khadijah direndahkan. *** Dan cukuplah episode ini menjadi bukti besarnya cinta Rasulullah SAW pada Bunda Khad...

Prophetic Parenting bag-2; Kunci Itu Bernama Istri Shalihah

Image
Menjadi orang tua, berarti belajar setiap waktu, berarti menundukan kepala di hadapan-Nya setiap saat.. gambar  darisini Pembahasan yang lalu adalah mengenai pentingnya orang tua sebagai pendidik bagi anak. Relevansinya dengan zaman sekarang adalah, sekalipun bertebaran sekolah islam diseantero negeri, tugas mendidik anak utamanya ada di tangan orang tua. Tidak cukup menyerahkan pendidikan sepenuhnya hanya pada pihak sekolah ataupun pengasuh, orang tua lah yang kelak akan ditanya Allah mengenai amanah anak. "Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah dia menjaganya atau justru melalaikannya, sampai seseorang akan dimintai pertanggungjawaban atas anggota keluarganya." (HR An-Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya) Diantara hal-hal yang membantu seorang ayah dalam memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya adalah istri shalihah yang mengerti akan tugas-tugasnya dan mengerjakan tugas-tugas t...

Menjaga Lisan

Pengajian Safinatunnajah Gothenburg, 28 Maret 2016. Segala ucapan kita, yang baik, yang buruk, yang ragu-ragu, maupun yang sia-sia semua akan dicatat. dan diminta pertanggungjawabnnya. “ Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”  (QS: Qaaf: 18). “ Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”  (QS. Al-Isra: 36) Terdapat beberapa hal yang dapat membuat lisan tergelincir, diantaranya: 1. Berkata tidak pada tempatnya Salah satu adab dalam berbicara adalah memperhatikan dengan siapa kita berbicara. Jangan bicarakan tentang kekayaan di hadapan mereka yang kekurangan. Jangan bicarakan tentang kesehatan di hadapan mereka yang sedang sakit. Jangan bicarakan tentang orang tua di hadapan orang yang yatim. Dan jangan pula berkata seolah kita sudah menguasai banyak hal. 2. Berdusta walau pada hal kecil Berkata benar walaupun kepada anak-anak. Contoh kita bilang ada pe...

Resume Talk "Pendekatan Anak Sesuai Perkembangan Otak".

Image
Ceritanya abis nonton youtube saya coba buat resume-nya. Tulisan ini dibuat biar ga kelupaan. Hanya poin-poin garis besarnya aja, lengkapnya mangga disimak langsung di video yang dilampirkan dibawah ini. Semoga bermanfaat. --- Rangkuman talk Dr. dr. Tiara Aninditha, Sp. S, dosen FKUI, tentang "Pendekatan Anak Sesuai Perkembangan Otak". Perkembangan otak anak sesuai usia: 0-3 tahun cepat menyerap, semua otomatis terserap. Pertumbuhan otak 90% selesai pada usai 5 tahun. 6-9 tahun sudah harus punya kemampuan tertentu baik secara fisik dan moral. 9-11 tahun sudah bisa tahu peraturan dan bisa konsekuen. Koneksi syaraf otak pada usia 7-15 tahun akan dipegang sampai dewasa. Pada masa inilah otak membentuk bagaimana bersikap, bertindak, dan adab. Koneksi yang tidak dianggap penting akan dibuang. Setelah itu sisa koneksi akan dipakai sampai dewasa. Ayah dan ibu harus sepaket, satu misi. Jangan ada perbedaan dalam mengajari anak. Kalau tidak maka saraf akan bingung ...