Nastar and Me
Nastar adalah kue wajib menjelang lebaran bagi saya. Jangankan lebaran, hari biasa aja suka tiba-tiba kepengen. Pertama kali buat sendiri waktu hamil Asiyah dua tahun yang lalu, rasanya bahagia tapi sayang makannya. Tentu ga secantik kue beli dari ahlinya, tapi sudah cukup memuaskan rasa rindu dan masuk standar saya. Nastar yang saya suka itu adalah yang kulitnya lumer, aroma butter, komposisi nanasnya dan manisnya pas, ga asem juga. Dulu, waktu kecil, saya dan adik saya bersimbiosis mutualisme kalo makan nastar, saya suka kulitnya sedangkan adik saya isiannya. Maka saya gerogotin kulitnya dan isinya dihibahkan ke adik, haha, untuk doi ga protes ^^. Solutif dan kreatif! Tahun lalu karena dilanda kemageran yang teramat sangat, maka saya mengurungkan niat mulia membuat cookies. Tapi tahun ini entah semangat darimana, segala cookies dicobain satu-satu. Mulai dari putri salju , volcano cookies , kastengel, dan akhirnya nastar. Tadinya udah mau skip aja nastarnya, tapi bombardir gambar-...