Posts

Showing posts with the label reminder

Memulai 2020

Bismillah.. Alhamdulillah sudah di kota baru, negara baru.. Ga kerasa udah tahun baru ya. Sedikit throwback dulu ya sebelum mulai dengan resolusi (kayak pernah aja bikin resolusi ciyus heheh). Tahun 2019 kemarin masyaAllah warbiasakk. Hal yang ga pernah diduga bisa terjadi, Allah buktikan bisa terjadi. Jangan main-main dengan kekuatan pikiran, cenah. Walau gak tau how -nya gimana, yakin dulu aja, merasalah sebagaimana hal tersebut sudah terjadi. Hadirkan rasa syukur tersebut, seolah-olah yang kita inginkan sudah di depan mata. Tapi... sepertinya akan mulai menurunkan ambisi duniawi. Sudah sedikit merasakan, sudah cukup. Mau lebih mensyukuri hal 'kecil' tak kasat mata tapi sangat bernilai (yang selama ini kerap terabaikan). Atau mungkinkah dibuat seimbang dan balance ? Ah bingung.

Sebaik-baik Sedekah

Kapan terakhir berinfaq pada.... pasangan? atau keluarga? Beberapa kali teman bertanya, merasa kecil hati bahwa dirinya selama ini belum banyak 'bersedekah'. "Aku biasa ngirim segini untuk keluarga, tapi untuk orang-orang lain jarang, kadang abis duluan untuk sekolah adik, atau ini itu." Sungguh aku terkezut. Mereka sudah bersedekah warbiasa banyak (sebenarnya), tapi merasa belum bersedekah samsek karena oh karena bukan disalurkan di lembaga ZIS atau sejenisnya -sedekah yang jauh2 intinya-. Tidakkah kau tahu duhai kakak2 baik hati, bahwa sejatinya tiap rupiah yang kau berikan untuk keluarga juga adalah sedekah? Bahkan sangat mulia dan utama. Bahwa berkali-kali Rasulullah mengingatkan untuk memulai dari yang terdekat. Seringkali mungkin kita berfikir bahwa infaq dan sedekah itu harus sangatlah 'advance', harus yang jauh agar manfaat besar. Betul, tentu sangat mulia memberi pada yang membutuhkan apalagi tidak berkesudahan bencana dan musibah melanda ka...

Keistimewaan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Image
Beberapa hari yang lalu, baca curhatan seseorang di IG story tentang tantangan hidup(?) sebagai bumil. Aih, jadi kangen hamil lagi nostalgia. Masa-masa yang romantis, indah, sekaligus juga bisa menguji karena namanya hamil, semudah apapun tetap saja 'wahnan 'ala wahnin' , kelemahan yang bertambah-tambah. Hamil muda, mabok. Hamil tua, susah gerak. Hihihi. Masih inget deh 'rasanya' harus tiap sebentar ke kamar kecil pagi-siang-malam. Belum lagi menjelang melahirkan, bisa kebangun jam 1-2-3 dini hari saking kantung kemih udah tertekan bayi. Mau tidur pun perlu perjuangan cari posisi yang nyaman. Mau pasang kaos kaki sendiri bisa akrobat dulu karena kehalang perut. Belum lagi bentuk tubuh yang berubah drastis bikin selera ngaca berkurang drastis *lebay amat bun, hihi.. Tapii.. Dibalik segala kelemahan, kerempongan, sungguh ada kenikmatan tersendiri. Bila Ia mengizinkan kita untuk menyadari, sungguh ada kebahagiaan yang sulit diungkapkan. Saya mengangg...

Catatan dari Kajian Teh Haneen Akira - Baperan

Image
"sifat walinya Allah, mereka ga takut. laa khauf." "semua orang punya hati, tapi ga semua orang hatinya hidup." "ketika kita menghargai alquran, Allah hargai kita. ketika kita memuliakan alquran, Allah muliakan kita. ketika kita menjaga diri dengan ayat-ayat alquran, Allah yang jaga kita. kalau kita melupakan alquran, lihat saja bagaimana alquran melupakan kita. ketika kita abaikan alquran, boleh dicoba bagaimana rasanya Allah mengabaikan kehidupan kita." "barangsiapa yang berpaling dari dzikrurabbi (alquran), maka ia akan memiliki kehidupan yang sangat sempit. barangsiapa yang berpaling dzikrurrahman (Allah), isi hatinya cuma baper/perih/pedih." "karena yang disini (hati), butuh alquran. yang disini (hati) bisa tumbuh, bisa segar, bisa menemukan habitatnya dengan alquran. yang mengerti keagungan alquran maka ga akan pernah meninggalkan alquran. yang mengerti manfaat, keberkahan, kebaikan alquran, maka ia tidak akan pernah tin...

Memaknai Hari Tua, Mengenang Oma Nurma

Image
Tepat sebelas tahun yang lalu, 22 April 2007, satu sosok istimewa dalam hidup kami, berpulang menghadap-Nya. Ialah nenek kami tercinta, Oma Nurma, ibu dari Mama. Sebelas tahun, dan rasanya masih jelas memori kebersamaan yang begitu menghangatkan. Sebelas tahun, dan rasa cinta yang beliau tanamkan masih sanggup mendorong hati ini melangitkan doa kapan saja teringat akan beliau. Sebelas tahun, yang terasa seperti baru saja. Ya Rabb, ampunilah Oma, berilah tempat ternyaman bagi Oma.. Oma adalah pemberi pelukan pada saat-saat dibutuhkan. Oma adalah pemberi inspirasi tanpa beliau bahkan menyadari. Oma adalah perekat banyak jiwa dengan ketulusan dan kebersihan hatinya. Empat belas tahun Oma membersamai hidup saya, mengisi jiwa sampai masa  baligh  tiba. Oma bukan lah sosok yang punya segudang 'prestasi dunia', apalagi jabatan. Bahasa Indonesia pun Oma ga lancar ( alhamdulillah berkat beliau cucu-cucunya jadi belajar bahasa minang). Oma ga terikat pekerjaan apapun, jabata...

Perbincangan Jiwa; Pendakian Kehidupan #2

Hidup ini perjalanan. Menuju puncaknya, dekat dengan Sang Pencipta. Jalannya mendaki, ada tingkatan-tingkatan. Tiap tingkatan, ada anginnya tersendiri. Angin di akar, tentu beda dengan angin di dahan. Angin itu bukan untuk membuat kita jatuh, melainkan justru agar kita lebih kuat. Agar kualitas diri meningkat. Ada yang cepat naik keatas. Melesat. Ada juga yang lama berputar-putar saja di satu titik. Atau malah terjerembab. Jatuh. Sekalipun terjatuh, belum waktunya untuk menyerah. Selama masih ada nafas, bangkit lagi. Daki lagi. Renungi apa-apa saja yang melemahkan diri. Yakinkanlah, setiap ujian selesai, akan ada kenikmatan. Ini keniscayaan. Kalau kau ingin jadi baik, percayalah, Ia jauh lebih ingin kau jadi baik. Kalau kau ingin berubah, percayalah, Ia jauh lebih ingin kau berubah. Kalau kau ingin segera sampai puncak, percayalah, Ia lebih rindu kau segera mendekat. Kumpulkan hikmah dari tiap peristiwa. Kokohkan langkah. Jernihkan pandangan. Ah, inila...

Perbincangan Jiwa #1

ya, namanya juga belajar. salah ya wajar. bangkit lagi. ga usah peduli bisikan yang melemahkan. selama masih ada nafas, artinya Allah masih kasih kepercayaan untuk kembali. catat, apa-apa lagi yang perlu diperbaiki, dicermati untuk lain kali. selebihnya, lepaskan. tidak perlu larut dalam penyesalan. kita manusia, ga dicipta untuk sempurna. dan pada akhirnya, kejadian apapun yang mengingatkan hakikat kita sebagai hamba, yang bikin kita jadi inget lemahnya diri lantas mengemis pada-Nya, yang bikin kita jadi menyadari kesalahan lantas berupaya memperbaikinya.... adalah anugerah. :) "Your life is nothing more than a love story. Between you and God. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him." -Yasmin Mogahed

Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa

Tadi muncul tulisan Ust. Harry ini di beranda FB. Biar mudah dibaca-baca lagi di kemudian hari, mari kita tulis disini... *** Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa Yakinlah bahwa tugas orangtua mendidik anak adalah tugas dari Allah sepanjang sejarah manusia, maka Yakinlah Allah pasti membantu dam pasti mencukupkan semua yang dibutuhkan. Yakinlah bahwa Allah tidak mungkin salah orang ketika memberi amanah Anak yang demikian itu kepada kita. Kitalah orangtua versi terbaik bagi anak anak kita menurut Allah  Yakinlah bahwa Allah akan mengguyur setiap orangtua dengan hikmah yang banyak, maka banyaklah bersyukur seperti Luqman yang diberi hikmah dalam mendidik anak anaknya Yakinlah bahwa tiap anak sudah membawa potensi baik fitrahnya masing masing. Yakinlah bahwa mustahil Allah ciptakan anak kita tanpa peran istimewa di masa depan. Maka ikuti saja jalan fitrah itu. Yakinlah bahwa jika Allah amanahkan misalnya 10 anak maka Allah instal 10 ilmu p...

How to stay mindfully happy

Kurang lebih begini hasil perenungan sampai saat ini= - Ingat kebaikan orang lain, sekecil apapun. - Hindari prasangka buruk. Tidak memikirkan apa yang tidak perlu. - Kalau melihat keburukan, benci perilakunya, bukan orangnya. Kita ga pernah tahu apa yang akan terjadi di detik selanjutnya. Boleh jadi orang yang saat ini bermaksiat, esok lusa mendapat hidayah dan ternyata adalah ahli surga. - Dilindungi dari dosa besar bukan berarti aman. Berhati-hati terhadap dosa hati. Jauhi riya, ujub, ingin didengar kebaikannya, ingin dipuji, ingin dilihat baik. - Tawadhu. Cari celah merasa orang lain lebih baik daripada kita. - Budayakan istighfar. Atas kesalahan yang kita lakukan baik disadari maupun tidak disadari, juga terhadap kesalahan belum melakukan apa yang seharusnya dilakukan, baik disadari maupun tidak disadari. Pasti ada salahnya. Kalau ngerasa bebas dari kesalahan, itu aja udah salah. - Senyum. Senyum adalah sedekah. Apa sih poin sedekah? Sedekah bikin orang lain senang. Senyum...

Gentle Reminder

Di grup itbmotherhood muncul link ini . Pengelompokan tipe orang tua dan anak pake warna-warna gitu berdasarkan strength dan limitationnya. Hehe suami saya paling anti kelompok2an gitu, sama tes IQ pun skeptis, tapi saya ngerasa yang ini ada sesuatu yang bisa diambil. Seenggaknya buat catatan diri saya sendiri. Setelah melihat deskripsinya, saya merasa saya tipe biru, suami merah, dan sepertinya asiyah tipe biru, maryam belum keliatan hehe. "Blue parents are devoted to home and family. As a Blue parent, you want everything to be perfect. You have a tendency to lecture to get your way. Blues parents are often lied to because a child doesn’t want to disappoint you nor hear your lectures. You have a tendency to worry about your children, their day-to-day lives, and their future. You want nothing but the best for them. Your Blue child  is every bit the perfectionist you are. D on’t try to make your Blue child feel guilty. He will punish himself without your help. A mild disappro...

Renungan Pasutri

Suami-istri cuma sepasang manusia yang pastinya ga sempurna. Mereka menjadi pelengkap, penarik, penyeimbang, satu sama lain. Saling memberikan ketenangan. Namanya manusia yang ga sempurna pastilah ada salahnya, pastilah ada kurangnya. Jangan sampai kurangnya ini menutup kelebihan-kelebihan lainnya yang berharga. Coba lihat lebih dalam lagi. Boleh jadi pasangan kita masih belum sesuai ekspektasi kita dalam satu hal, tapi saat kita bercermin, ternyata kekurangan diri kita lebih banyak dan lebih fatal dari itu. Boleh jadi.. Boleh jadi banget.. Hehe.. Tetap harus saling mengingatkan, saling mengangkat, saling menguatkan untuk makin dekat dengan Allah, jadi the best version of ourselves . Tapi jangan sampe lalai bersyukur, ga perlu lah banding-bandingin pasangan sama orang lain. Yakinlah tiap kita dipasang-pasangkan ada maksud dan tujuannya. Alhamdulillah.. Tampakkanlah selalu kebaikan-kebaikan manusia dalam pandanganku ya Rabb, sehingga lebih sibuk aku mengambil teladan, bukannya r...

Nikmat Tak Ternilai

Image
Membersamaimu adalah nikmat tak ternilai yang Allah berikan.  Detik demi detik kesempatan mengamati langsung tumbuh kembangmu adalah anugerah. Pilihan sadar yang bunda masukan dalam doa sejak lama.   Menuntunmu belajar melangkah,  sedikit demi sedikit mengenal dunia,  mengajarkan merangkai kata.  Ah andai kau tahu,  bagi seorang manusia bahkan untuk bisa menyebut satu kata dibutuhkan rentetan perjuangan saling terhubung yg tidak sederhana. Dan bunda bahagia diberikan porsi istimewa dalam proses belajarmu.  Tidak ada sesal sedikit pun atas waktuku mendampingimu. Menjadi ibu ada musimnya, d an bunda lebih dari rela meletakan kepentinganmu dan juga adik-adikmu kelak dalam urutan utama, disaat kau paling butuh sentuhan dan perhatian bunda. Karena bunda tahu, masa ini tak akan lama. Kelak atas izin-Nya tiap manusia akan pergi menjalani peran hidupnya masing-masing, di bumi manapun yang Ia kehendaki. Bunda ga sempurna, banyak salah, tert...

Iya, gitu

Image
Saling nasihatin itu, bukan karena pertanda diri kita udah baik. Sama sekali enggak lah. Kita ini, se-ngerasa-soleh/ah apapun, cuma manusia akhir zaman. Hafalannya ga ada seujung kuku periwayat hadits dhaif sekalipun (ini kata Ust Firanda). Apalagi sekaliber ulama-ulama besar di abad pertengahan, apalagi zaman tabi'in, ke zaman sahabat apalagi jauh lah.. Walau begitu, kita tetep harus nguat-nguatin diri saling ngingetin, saling ngasih nasihat. Kenapa? Karena Allah suruh begitu.. Dan tatanan dunia ini ga ngasih kita opsi untuk baik sendiri. Pengaruh lingkungan itu begitu kuat, pengaruh teman bergaul itu adalah hal pasti. Jadi kita ga bisa berlindung dibalik alibi yang penting bener sendiri. Dalam ngasuh anak aja, otomatis tiap paparan itu diserap anak, bisa memberi efek ke anak. Makanya amar ma'ruf, nahi mungkar itu sering disebut-sebut, bagian dari risalah agama ini. Ga perlu berpikir besar pisan. Seminim niat dalem hati pun bermakna. Dan uniknya, tahu gak, untuk menguba...

Morning Thoughts

To get exicted over something, even over a simple thing like thinking about your (hopefully productive) to-do-list today, is a blessing.. Yeah, I knew the days when life was just like a bunch of meaningless routines. Wake up unenergized and waiting when the night would come again. A phase in life that helps me to be more grateful for any good days in life. So, any excitement, is trully a gift. When I think it deeply, the ability to recognize positive feelings depends on our condition of imaan. And our imaan depends heavily on our interactions with quran . In other words, the calming, energizing, positive, willing-to-be-productive feeling has strong relationship with our interaction with quran. Amazing. MasyaAllah.. May Allah guide us always and give us tranquility everyday. Gothenburg, 6 August 2017, _Morning,my favorite time of the day_

Pesan Bu Elly Risman di Hari Anak Nasional

Anak yang bahagia, bermain, dan ceria. Anak butuh perhatian, kasih sayang, cinta yang ditunjukan lewat validasi. Validasi tersebut melalui tiga hal berikut: 1. Penerimaan Terima mereka apa adanya, lihat dari sisi positifnya aja. baik fisik ataupun kemampuan lainnya 2. Beri Penghargaan Hargai apa saj ayng sudah mampu dilakukan dan ditunjukan anak kita. jangan-jangan cara komunikasi kita membuat mereka tidak merasa berharga 3. Pujian Pujiah anak kita, jangan segan-segan. puji anak pada saatnya, pada waktu yang tepat, dengan kadar yang pas pula. Dengan pujian, bukan hanya mata wajahnya bersinar, tapi mata jiwanya juga bersinar. Mulai dari memperbaiki cara komunikasi kita. Hindari membanding-bandingkan, menyalahkan, meremehkan, men-cap..

Samar

Image
Berbuat baik boleh, yang ga boleh merasa sudah cukup baik, apalagi merasa lebih baik, apalagi merasa paling baik, apalagi ditambah memandang rendah yang lain. Ah, urusan rasa, apa yang ada di dalam hati, ini yg berat sekali. Perusak amalan yg lebih samar dari langkah kaki semut. "Merasa ga salah itu aja udah salah. Namanya insan itu tempatnya salah dan lupa. Kita harus terus menerus merasa ada yang salah di hadapan-Nya, sekalipun ga sedang berbuat salah." -@halilintarasmid Kelak semua akan kembali, yang dilakukan bukan untuk-Nya, yang dilakukan cuma demi pandangan atau pujian makhluk, bisa jadi berbalik bikin sempit hati. Ga heran, bab ikhlas itu mahal sekali. Sepanjang hidup itu perjuangan, kadang sadar, seringnya lupa. Beruntunglah mereka yang pandai menjaga hatinya. Sehingga sekalipun jatuh lekas tersadar dan bangkit lagi, tak peduli berapa kali. Karena tahu Rabb-nya selalu menantinya untuk kembali. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yg aku sad...

Tentang Malas - Nasihat By UmmuBalqis

Image
Musuh terbesar mendidik anak sesungguhnya bukan televisi, game, internet. Tapi orang tua yg malas. Malas membentengi filter diri anak dari kemajuan zaman. Malas mencari alternatif kegiatan pengganti games. Malas membuat aktifitas seru, agar anak ikhlas mematikan televisi. Malas mendampingi anak agar mampu berinternet dengan cerdas dan bertanggung jawab. Malas mengajarkan dan mencontohkan kemandirian dan tanggung jawab. Malas mencukupkan kebutuhan cinta anak dengan "our time" berkualitas Ketika seorang ibu/ayah sudah malas mendampingi pendidikan anak, kelak mereka akan "dipaksa rajin" mengkoreksi tabiat buruk anak. Ayo mom! Jangan malas, masa depan mereka taruhannya. Kita pasti bisa 😊 by UmmuBalqis, IG: @babyhijaber ----- Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّÙ‡ُÙ…َّ Ø¥ِÙ†ِّÙ‰ Ø£َعُوذُ بِÙƒَ Ù…ِÙ†َ الْعَجْزِ ÙˆَالْÙƒَسَÙ„ِ ÙˆَالْجُبْÙ†ِ ÙˆَالْÙ‡َرَÙ…ِ ÙˆَالْبُØ®ْÙ„ِ ÙˆَØ£َع...

Apa?

Hidup di dunia kan sementara ya. Apa yang terjadi disini, semua bakal berlalu. Seneng, sementara. Sedih, juga sementara. Susah, sementara. Mudah, juga boleh jadi sementara. Berkali-kali diingatkan, bahwa kita seharusnya selalu berusaha ada di pertengahan. Kalau seneng jangan berlebihan, kalau sedih juga. Kalau udah mulai merasa banyak kemudahan, hati-hati pisan jatuh pada kesombongan. Kalo mau sombong, tanya aja, "Apa yang mau disombongin? Apa yang bisa disombongin? Semuanya punya Allah kok. Semuanya dalam kuasa Allah kok. Gampang aja bagi Allah ambil semua yang kita banggakan, sebagaimana juga mudah aja bagi Allah ngasih semua yang kita kira sulit sekali." Maha Kuasa Allah, tiada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya. :)

Repetition

Akan sulit menyembuhkan, ia yang sakit Akan sulit memberi, ia yang tak memiliki Segeralah bangun, bangkit, sembuh Biar tak rugi waktu berlalu. Jangan manja, jangan dengarkan bisikan setan yang ingin kau malas. Lawan. Luruskan hati yang kalau didiamkan niscaya bengkok. Bergerak.

Kaca Mata Kuda

Jangan biarkan pikiran orang mendikte apa yang kita pikirkan terhadap sesuatu Tetapkan standar kita sendiri, dan berteguh Akan selalu ada perbedaan pendapat, tapi biarlah Yang utama apa kata Allah, apa dalam islam Bila jelas diatur maka ga ada opsi selain patuh dan taat Tapi kalau dalam hal-hal yang dibolehkan, maka ga perlu mikirin apa kata orang Tiap kita punya alasan sendiri terhadap tiap keputusan Kalau ada nasihat didengarkan, tapi ga harus tiap perkataan orang diambil Ga perlu Berteguh dalam apa yang menurut kita benar Sambil terus menerus minta ditunjukan oleh Allah dalam tiap langkah.. Bersihkan hati. Tazkiyatunnafs. Ikhlas. Semata untuk beribadah kepada Allah. Ikhtiar dan tawakal. Panjangkan syukurnya, pe-er kita banyak.. Keep trying, keep fighting, keep smiling. Allah suka sama hamba-Nya yang optimis :)