Posts

Showing posts with the label you

Cinta Hakiki

Di Instagram nemu ini: "Cinta terbaik adalah ketika kau mencintai seorang kekasih yg membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh.. Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak.. Dia jadi penegur saat taatmu luntur.. Dia jadi penasehat saat kau maksiat.. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur.. Ya, dialah cinta terbaik, yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga ingin bertemu kembali di surga.. " by dwpermata Ya, karena setelah menikah, langkah kita akan selalu terikat, Kau seret aku ke kebaikan, atau aku menyeretmu menuju perbaikan.. Semoga tiap detik selalu berisi pembelajaran.. Tentang bangkit dan belajar dari setiap peristiwa.. S emoga Ia mampukan kita saling mengisi, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran..

Jalan-jalan di Gothenburg; Universeum!

Image
Rabu, 27 Januari 2016, alhamdulillah satu milestone keluarga ini terlewati, yakni ayah berhasil menyelesaikan tesis dan sidang licenciate . Licenciate ini ibarat mini disertasi, dilakukan di setengah perjalanan S3, pertanda setengah perjuangan telah selesai. Setelah persiapan berbulan-bulan, yang tetap disambi dengan project-project lainnya, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Pak penguji bahkan bilang, tesisnya ayah sebenernya udah cukup untuk jadi disertasi S3. Barakallah, Ayah! Nah, seperti biasa, budaya di divisi ayah, kalau ada anggotanya yang baru mencapai sesuatu akan dikasih hadiah. Apakah hadiah licenciate ini? 2 tiket free pass Universeum untuk setahun, yeay!! Alhamdulillah.. Universeum ini seperti indoor zoo+sea world+science center , kabarnya sih terbesar se-scandinavia. Harga tiket normalnya 235 SEK (380K IDR) di peak season , dan 175 SEK (280K IDR) di low season . Lumayan pisan ya pengiritan, bisa tiap bulan kesana mereun, heheh.. Hari Minggu tanggal 31 Ja...

Because I Love You (All)

"I would always choose my spouse over my kid. Because the best thing parents can give to their kids is the happiness of their marriage." -Anonymous Just found that quote in instagram, and I was like; That's it, definitely spoke my mind. :)

Selfie

Image
Lagi buka-buka folder jadul di komputer, lalu menemukan foto-foto ini.. Ini tahun 2012, sebelum selfie ngetrend kayak sekarang. Ternyata kita pun dulu suka selfie ya. Hihi.. Lalu jadi nostalgia.. Alhamdulillah.. Terima kasih, sudah begitu sabar membersamaiku :)

Jemput Ayah

Image
Göteborg, 8 Juni 2015. Hari ini Bunda dan Asiyah jemput Ayah ke kantor (baca: Kampus Chalmers). Sebenernya udah niat dari lama mau surprise ujug-ujug ke kantor Ayah, tapi belum pas terus waktunya. Kebetulan Ayah baru sampe Göteborg semalam setelah seminggu pergi conference di Jerusalem, masih aura temu kangen ceritanya. Kami berangkat sekitar jam 4 sore dari rumah. Ndilalah begitu keluar tiba-tiba jadi mendung dan gerimis, no problemo , hujan badai pun kita tak gentar #halah.. Dari rumah ke Chalmers cuma naik tram sekali yakni tram no 8 jurusan Frolunda, kurang lebih setengah jam. Jam 5 kurang 15 kita sampe dan saya telfon pak suami, sepanjang nada tunggu saya ga berhenti ketawa, berasa orgil ketawa-ketawa sendiri di tempat umum. Rasanya lucu aja, ngasih surprise (kecil) lagi setelah sekian lama. Maklum setelah lahiran saya terseok-seok banget bebenah mentalnya, berasanya rempong mulu. Begitu suami angkat telfonnya pun saya masih susah banget nahan ketawa. Duh, nyenengin suami walo...

Pasti Ada Hikmahnya

Sebulan lebih sedikit, bersamamu, membangun rumah tangga seutuhnya. Ceritanya saat ini saya masih menunggu untuk urusan personal number (personnummer) disini. Personnummer ini, seperti yang udah pernah saya singgung sedikit di (beberapa) post yang lalu , adalah semacam nomor kependudukan dari kantor pajak Swedia. Nomor ini bukan sekedar deretan angka kaya di KTP Indonesia, nomer ini bisa membuka berbagai akses dan fasilitas sosial secara cuma-cuma. Misalnya, fasilitas kesehatan gratis, sekolah gratis, social benefit seperti cuti untuk orang tua yang baru punya anak (lamanya bisa mencapai 480 hari), dan sebagainya. Syarat dapat personnummer ga ribet sebenernya, cukup punya izin tinggal minimal setahun. Lalu, dimana problemnya? hehe.. Begini, status izin tinggal saya disini sendiri adalah dependent suami yang mana izin tinggalnya pun ngikutin suami. Izin tinggal suami sendiri bergantung dari kontrak kerjanya yang modelnya 1 tahun (kontrak part 1)- 2 tahun (kontrak part 2)- 2 tahun (...

First Time

Hari ini, kali pertama saya jaga kandang sendirian.. suami lagi pergi conference ke benua lain sampai insyaAllah seminggu ke depan. Ga literally sendirian si, alhamdulillah masi ditemani si kecil yang nempel terus sama saya selama krg lebih 8 bulan ini.. Walopun udah’biasa’ ldr-an 4,5,6 bulan swedia-indo, rasanya tetep nyess ditinggal lagi.. Padahal (insyaAllah) ‘cuma’ seminggu.. Apa karena disini jauh dari keluarga ya, jadi lebih berasa sepinya.. Untungnya ada si calon bayi yang sedari ayahnya berangkat, sibuk bener menghibur undanya melalui tendangan2 kuat-tapi-lembutnya.. kadang perut sampe keras-keras saking kuatnya gerakannya. Entah saya yang jadi lebih melow atau gimana, tapi saya sampe terharu banget krn mikirnya anak ini lagi menghibur bundanya.. “it’s okay bunda, i’m here, you’re not alone..” atau mungkin juga arti tendangan2 ini adalah kangen sama ayah ya? You can feel what I feel, right, baby? Kita belajar sabar ya, insyaAllah sebentar aja.. Kita banyak-banyak berdoa semo...

Bukan LDR Biasa

Kenapa? Karena selain kami terpisah jarak 11000 km, kami juga terpisah zona waktu yang cukup membuat (saya) rungsing. Waktu Bandung enam jam lebih dulu dari waktu Gothenburg. Artinya, saat saya mau tidur-pak suami masih di kantor, saat saya bangun tidur-pak suami mau tidur, saat saya beraktivitas-pak suami lagi tidur. Otomatis waktu berkomunikasi hanya di sela-sela aktivitas kami antara waktu ashar sampai saya mau tidur via wa. Skype di weekday? Jaraang pisan, ya karena waktu yang ga beririsan itu, kalo udah bener-bener kangen dan pengen skype di weekday harus ada yang berkorban. Entah saya bangun lebih cepat atau tidur lebih lama, atau pak suami yang tidur lebih lama. Yang tentunya kalo dilakuin sering-sering ga bagus untuk kesehatan (karena kudu begadang). Terus waktu bisa komunikasi panjang kapan dong? Weekend. Waktu ashar sampai tidur malam (WIB) di hari Sabtu dan Minggu adalah waktu yang sangat berharga buat kami. Bisa dibilang ini pengorbanan kami untuk menyelamatkan komunik...

Konsekuensi

dua tahun yang lalu ada seorang wanita yang memantapkan hati untuk menikah. tidak seperti pernikahan kebanyakan, ia harus merelakan akan terpisah jarak dari pasangannya. untuk waktu yang tak sebentar.. dua tahun kurang lebih.. sampai sang wanita kelak menyelesaikan studinya di kota bunga. bayangannya saat itu, mereka hanya akan terpisah pulau 'sedikit' saja.. pulau jawa dan singapura, tempat pasangannya rencananya akan bekerja setelah menikah.. "apa kau gila?" kata seorang teman. "kenapa terburu-buru memutuskan menikah? kau masih terlalu muda.. dan toh akan terpisah jarak pada akhirnya?" sang wanita terdiam.. mudah saja alasannya, dan terang benderang dihatinya. tapi ia kesulitan mewujudkannya dalam kata-kata, kata-kata yang orang-orang dapat dengan mudah mengerti.. "karena tidak menikah lebih buruk bagiku dalam situasi seperti ini," "terserah apa katamulah, aku tak mengerti." sang wanita sudah tahu, memang akan banyak yang tidak...

Belajar

Image
Ga terasa udah setahun pernikahan.. mm ga gitu juga si sebenernya.. Ga kerasa; karena kami bertemu setiap 4 sampai 6 bulan sekali, jadi walaupun baru ketemu 2 kali, usia pernikahan kami (tiba-tiba) udah setahun aja :) Kerasa; karena menahan rinduuuu #eaa.. iyalah, bohong aja kalo dibilang ga berasa (kangennya) :p --- Perjalanan selama setahun ini memberikan makna tambahan tentang pernikahan bagi saya. Bahwa pernikahan bukanlah akhir dari suatu hubungan, sama sekali bukan. Ia adalah sekolah, tempat masing-masing kita belajar tentang satu sama lain. Suami(atau istri) yang kita nikahi adalah manusia yang dinamis. Tak mungkin ia akan tetap sama sepanjang waktu. Kalo bahasa saya, emosi bagaikan cuaca, dan kepribadian bagaikan iklim. Maka kita harus mampu memberi ruang bagi hati untuk belajar.. untuk menerima.. dan untuk bersabar.. Saat kita telah mau untuk terus belajar, maka tunggu saja kejutan-kejutan indah yang akan menyapa di setiap waktu. Jangan lupa, iringi dengan doa : ) Terima ka...

mungkin ini akibat rindu

seharusnya aku melanjutkan tulisan tentang catatan perjalanan turki bagian Istanbul, tapi hatiku sedang penuh denganmu, aku sebenarnya tak ingin mengumbar apa-apa yang seharusnya hanya aku (atau kita) yang tahu, tapi perasaan ini begitu membuncah dan hendak tumpah, terimakasih, atas beragam kejutan indah dan hadiah yang menunjukan perhatianmu. kuakui aku jauh tertinggal darimu dalam urusan ini. terimakasih, telah mengajakku melihat dunia. satu per satu kau buat mimpiku jadi nyata. tak pernah terbayang Allah mengabulkannya melaluimu. terimakasih, atas setiap bantuanmu; mencuci piring, memasak bahkan kadang tanpa aku meminta, mengambil baju di laundry, packing, dan masih banyak yang lain.. terima kasih telah begitu sabar menuntunku belajar menjadi istri.. bekerjalah dengan tenang, aku menunggu disini.. tak usah terburu-buru, selesaikanlah urusanmu.. semoga waktu menjadi tak terasa dan segera membawaku bertemu lagi denganmu.. -- Allah, tak kan mampu syukurku mengeja s...