Posts

Showing posts with the label reminder happiness

How to stay mindfully happy

Kurang lebih begini hasil perenungan sampai saat ini= - Ingat kebaikan orang lain, sekecil apapun. - Hindari prasangka buruk. Tidak memikirkan apa yang tidak perlu. - Kalau melihat keburukan, benci perilakunya, bukan orangnya. Kita ga pernah tahu apa yang akan terjadi di detik selanjutnya. Boleh jadi orang yang saat ini bermaksiat, esok lusa mendapat hidayah dan ternyata adalah ahli surga. - Dilindungi dari dosa besar bukan berarti aman. Berhati-hati terhadap dosa hati. Jauhi riya, ujub, ingin didengar kebaikannya, ingin dipuji, ingin dilihat baik. - Tawadhu. Cari celah merasa orang lain lebih baik daripada kita. - Budayakan istighfar. Atas kesalahan yang kita lakukan baik disadari maupun tidak disadari, juga terhadap kesalahan belum melakukan apa yang seharusnya dilakukan, baik disadari maupun tidak disadari. Pasti ada salahnya. Kalau ngerasa bebas dari kesalahan, itu aja udah salah. - Senyum. Senyum adalah sedekah. Apa sih poin sedekah? Sedekah bikin orang lain senang. Senyum...

Muraja'ah Anak - Kapan Asiyah Mengulang Hafalan?

Image
Sedikit dokumentasi tentang proses Asiyah belajar mengaji.  Sedari awal, keinginan kami adalah semoga Asiyah (dan kelak adik-adiknya) bisa senang dengan alquran, senang membacanya, senang menghafalnya, dan semoga kelak senang hati pula menjadikannya sebagai pedoman hidup dan menyebarkan cahayanya. Tentu pengen bisa anak hafidz quran. Sekalipun sadar diri, kemampuan diri masih jauh dari sempurna. Saya rasa, ada hikmahnya juga saat menyadari kemampuan diri masih pas-pasan tapi harapannya tinggi, yakni jadi ada semangat belajar dan jadi fokus juga sama perbaikan diri, ga melulu melihat ke anak, berharap ke anak. Rasanya lebih nyaman. Kalau katanya Bu Elly Risman, perbaikan apapun yang ingin kita lakukan ke anak, pertama kali yang harus dilihat dan diperbaiki adalah orang tuanya. Dan saya merasakan sekali efeknya statement tersebut. Begini, misal dalam keseharian, saya memutar salah satu surat, niat utama buat hafalan diri sendiri. Tapi masyaAllah, anak meniru dengan baik. "Bonus...

Tentang TV

Image
Pagi ini lihat status FB Bunda Kaska tentang TV (saya kutip di bagian bawah), lalu jadi ingat salah satu refleksi diri yang saya lakukan jauh sebelum menikah. Jauh sebelum banyak tokoh parenting atau ahli perkembangan anak menghimbau (bahkan dengan tegas melarang sampai usia tentu) pemaparan TV pun gadget ke anak, saya udah duluan membulatkan hati tentang ini. Cukup refleksikan, kontemplasi, ke hidup sendiri, ke pengalaman pribadi. TV itu ngasi pengaruh baik atau buruk? Saya dulu saat kecil suka 'menandai masa', tiap perasaan atau pemikiran di masa itu saya ingat dengan sadar, dijadikan pelajaran untuk kalau sudah besar nanti. Salah satunya perihal TV. TV, sebagaimana pisau, maupun benda lain seperti peniti, bisa baik kalau sesuai cara penggunannya, dan bisa buruk kalau ga sesuai cara penggunaannya. Bisa baik kalau kontrol ada di tangan kita, dan bisa buruk kalau diri kita yang diatur sama mereka. Mungkin bisa TV jadi baik kalau digunakan sebagai pengganti layar laptop ...

Menjadi Ibu

Menjadi ibu, adalah perjuangan sepanjang masa untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan karena seorang anak akan tumbuh dewasa atas izin-Nya, dan seorang ibu harus mampu menyiapkannya menghadapi dunia Menjadi ibu, berarti belajar setiap waktu, belajar menyerahkan anaknya pada Alllah karena sejatinya seorang anak adalah jundi Allah dan harus menjadi sebagaimana tujuan penciptaannya Menjadi ibu, berarti menjadi sumber ketenangan perantara anak merasakan kehangatan rahmat Allah Allah, mampukanlah hamba menjadi ibu sebaik-baik ibu bagi anak-anak kami, hamba-hamba-Mu Aamiin

Kelana

Perlu ada masa-masa, dimana diri menyepi, berpikir sendiri.. Berkelana menyelami hati.. mungkin sudah saatnya ia dibersihkan kembali.. Perlu ada masa-masa, dimana kita meninjau kembali, tiap langkah dan tiap rasa yang dialami.. benarkah karena Ia yang Maha Tinggi? Semata agar kita tak lupa janji diri kepada-Nya; "..sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Rabb seluruh alam.." Semoga semua yg kita lakukan, benar-benar untuk-Nya,