Posts

Showing posts with the label anak-anak

Menemani Anak Belajar Online

Image
Sudah sekitar satu bulan lebih Kakak sekolah (online). Tepatnya sejak kembali ke Indonesia dan memulai lembaran baru jadi anak SD :D  Jujur aja disaat mungkin sebagian orang tua, terutama ibu, mengeluh karena proses belajar daring yang dinilai rempong, saya justru menikmati :D Bukannya gak rempong, rempong banget tentunya apalagi kudu dampingin Uni Maryam (4tahun) dan jagain Baby Salman (11 bulan) juga. Kadang rasanya badan mau membelah diri aja. Tapi jujur ada elemen serunya juga. Terutama di aspek kita jadi bisa bener-bener ngeliat progress belajarnya anak-anak. Bahkan, bisa ikutan belajar :D Udah lama si saya ini pengen belajar bahasa arab, tapi ya masi kebanyakan tapi-nya. Qadarallah, melalui ikut nimbrung (alias mendampingi) Kakak sekolah, Bundanya ikutan belajar. Begitu juga jadi dapet inspirasi teknik-teknik pengajaran untuk Uni Maryam yang masih Bunda Schooling (alias home schooling sama Bunda heheh). Sekalian ngejurnal sekalian nyatet disini ajalah ya apa yang Bunda (eh ma...

Refleksi Pengasuhan Anak | Persiapan Sebelum Menikah

Image
 Mau menjejak rasa. Alhamdulillah, betapa tenang dan bersyukurnya. Malam hari, anak-anak dan suami sudah terlelap. Bunda diapit Baby Salman dan Uni Maryam, Kakak Asiyah berpelukan dengan Ayah. Terima kasih ya Allah atas kebersamaan ini. Begitu nyaman hati bisa senantiasa bersama mereka yang dicintai. Bagi banyak orang barat, tidur keruntelan begini bukan hal yang lumrah. Malah kadang dianggap aib. Anak bahkan bayi ‘baik’ adalah yang bisa tidur mandiri sendiri kalau perlu terpisah kamar dari orang tua sejak hari pertama.  Syukurlah jodohku wong indo aseli, heheh. Bukan hanya itu, kami memiliki prinsip dan value yang sejalan dalam mengasuh anak-anak. Kami berdua sama-sama seneng melukin anak, keruntelan berjamaah, dekat secara fisik dan hati dengan mereka. Gak mendewakan  physical detachment  yang terlalu dini, sewajarnya aja sesuai usia. Kami menikmati prosesi ngelonin anak-anak. Memeluk erat mereka di kasur kami sampai terlelap dengan tenang. Walaupun kasur kami cuku...

Refleksi Pengalaman Mengasuh Bayi 0-3 Bulan

Image
Dalam tujuh tahun terakhir, (tak terasa) sudah tiga bayi Allah percayakan dalam asuhan kami. Sedikit banyak, ada beberapa hal yang ingin saya refleksikan dari masa-masa pengasuhan ini. Di bagian ini khusus masa 0-3 bulan dulu, yang kata orang-orang masa paling “sulit”.  Disclaimer= Tiap bayi bisa berbeda yaa. Ini refleksi dari ngasuh bayi-bayi saya semata. Endingnya tetap kudu sesuaikan dengan karakter bayi dan intuisi masing-masing ibu. Semoga bermanfaat! - Tiap Anak Punya Karakter Sendiri Memang sih sebagai bayi mereka cuma bisa nangis, tapi cara merespon terhadap rangsangan luarnya bisa berbeda antar bayi. Ada yang gampang banget nangis dan sekalinya nangis stereo, pas gedean baru ketauan ternyataa memang hatinya lembut dan peka. Begitu juga ada yang gampaang banget diasuhnya alias easy baby, ternyata memang pas gedean keliatan anaknya strong dan lebih selow.  Satu yang pasti, pada fase newborn dan infant (0-6bulan) keinginan bayi adalah kebutuhan bayi. Syaraf mereka masih ...

Jurnal Anak-anak. Perkembangan Anak Usia 6 tahun, 3 tahun, dan 3 bulan

Image
Bismillah ya sebelum tidur, nyoba nulis sekali jebret tentang perkembangan terkini anak-anak. Udah luamaaa banget pengen nulis untuk dokumentasi tapi ada aja distraksinya. Sekarang mumpung Kakak Asiyah (6 tahun), Uni (3 tahun), dan baby Salman (3 bulan) semua udah tidur nyenyak, mari kita sempatkan. #masyaAllah Kakak Asiyah (6 tahun, 3 bulan) #masyaAllah - Kakak sangat senang menggambar, masyaAllah bagus dan jelas banget hasil gambarnya. Jauh lebih jelas dari Bunda. Kakak akhir-akhir ini suka ngikutin tutorial gambar step by step di youtube (favoritnya Skye dan Chase nya Paw Patrol), lama-lama jadi hafal sendiri. - My kind-hearted helper. Kakak selalu gercep bantu Bunda ngapain aja. Udah bisa bantu Uni Maryam ke toilet (nyalain lampu, ambil air, cebokin adenya), bisa jagain baby Salman (biasanya kakak akan ajak ngobrol dan nyanyiin).  - Excellent in self help. Bunda sangat amat terbantu sama kehadiran Kakak yang mandiri. Kreatif juga kalo butuh apa-apa udah bisa sendiri. Kakak udah...

Bahagia yang Sederhana

Image
Hari Sabtu 5 Desember 2020 kita jalan-jalan ke centrum kota. Saya paling merasa nyaman pergi keluar fullteam sama suami dan anak-anak, rasanya aman dan lengkap aja. Alhamdulillah pakbos berbesar hati walau weekdays udah super sibuk kayak setrikaan kerja-anter jemput krucils-belanja, tetep ngajak (atau mendampingi?) this queen bee jalan-jalan hihi..  Walau mamak sih ga beli apapun sama sekali, belanjaan kita semua buat anak-anak hahaha. Tapi hati udah cukup bahagia dengan momen kebersamaan ini. Walau malemnya kaki pegel, masih ada kerjaan ngepak stok makanan mingguan juga, tapi hati seneng karena kalo jalan gak pake pakbos pasti lebih pegel lagi heu.. Kita ke Primark utamanya, beli sarung tangan Kakak, terus baju dan piyama Baby Salman. Uni mayyam beli penutup telinga winter, terus bocah beli spons mandi juga gambar hello kitty. Oiya baby Salman sekarang udah pake size 62 (2-4m), size 56 (1-2m) udah ndak muat. MasyaAllah deh naiknya 1,5kg dalam sebulan. Mungkin Bunda akan cerita di ...

Fase Kedua (7-14 tahun) Masa Menjadi Tawanan Perang

Ga terasa Kakak Asiyah sebentar lagi umur enam tahun. Artinya, bila Allah mengizinkan, tahun depan udah tujuh tahun. Tahun yang ‘istimewa’. Saat anak berusia tujuh tahun, artinya udah mulai ada perintah khusus, yakni pengajaran shalat.. Saat anak berusia tujuh tahun, artinya udah masuk fase pendidikan kedua (7-14 tahun) yakni sebagai ‘tawanan perang’. Alias ego dan nafsunya harus mulai dilatih untuk ditundukan. Saat anak berusia tujuh tahun, artinya ia sudah resmi meninggalkan masa ‘anak-anak’ (0-7 tahun) dimana ia masih diasuh bak ‘raja’ yang seluruh mata tertuju padanya alias serba diperhatikan dan jadi spotlight. Pernah baca klasifikasi pendidikan sesuai usia anak ala Ali Bin Abi Thalib= 0-7 tahun= perlakukan anak sebagai raja alias sangat diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki, jadi pusat perhatian gerak-geriknya, dsb 7-14 tahun= perlakukan anak sebagai tawanan perang ajarkan batasan, tundukan ego dan nafsu, bikin mereka siap menuju fase baligh 14-21 tahun= per...

Hadiah Ketiga

Assalamualaykum anak shalih Bunda, yang kehadirannya Bunda tunggu-tunggu dan harap, bertumbuhlah dan berkembanglah dengan sehat, takwa, cerdas, dan bahagia seraplah segala hal yang kau butuhkan, nikmatilah alam rahim yang nyaman, disaat kau sibuk bertumbuh, Bunda juga berusaha mendampingi dengan penyambutan terbaik, Kau tahu apa itu nak? Yang lebih penting dari perabotan bayi terkini, lebih dibutuhkan dari baju-baju mungil menggemaskan, Yakni.. iman dan takwa. Bunda akan berusaha sekuat tenaga menjaga apa yang ada di dalam dada, Dengan lantunan ayat-ayat yang dibaca dan kajian penutrisi jiwa Semoga tiada hari terlewat tanpa memberimu kesempatan menyimak getaran suaraku melantunkan ayat-ayat-Nya, hingga semoga tertanam dalam jiwamu, kecintaan pada-Nya, pada kitab suci tanda cinta, Tak segan Bunda lepas kesibukan dunia, bila itu dibutuhkan untuk fokus pada persiapan terbaik membesarkanmu dan juga kakak-kakak, Karena ku tahu inilah musimku menjadi ibu.. semoga ...

Memulai 2020

Bismillah.. Alhamdulillah sudah di kota baru, negara baru.. Ga kerasa udah tahun baru ya. Sedikit throwback dulu ya sebelum mulai dengan resolusi (kayak pernah aja bikin resolusi ciyus heheh). Tahun 2019 kemarin masyaAllah warbiasakk. Hal yang ga pernah diduga bisa terjadi, Allah buktikan bisa terjadi. Jangan main-main dengan kekuatan pikiran, cenah. Walau gak tau how -nya gimana, yakin dulu aja, merasalah sebagaimana hal tersebut sudah terjadi. Hadirkan rasa syukur tersebut, seolah-olah yang kita inginkan sudah di depan mata. Tapi... sepertinya akan mulai menurunkan ambisi duniawi. Sudah sedikit merasakan, sudah cukup. Mau lebih mensyukuri hal 'kecil' tak kasat mata tapi sangat bernilai (yang selama ini kerap terabaikan). Atau mungkinkah dibuat seimbang dan balance ? Ah bingung.

Keistimewaan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Image
Beberapa hari yang lalu, baca curhatan seseorang di IG story tentang tantangan hidup(?) sebagai bumil. Aih, jadi kangen hamil lagi nostalgia. Masa-masa yang romantis, indah, sekaligus juga bisa menguji karena namanya hamil, semudah apapun tetap saja 'wahnan 'ala wahnin' , kelemahan yang bertambah-tambah. Hamil muda, mabok. Hamil tua, susah gerak. Hihihi. Masih inget deh 'rasanya' harus tiap sebentar ke kamar kecil pagi-siang-malam. Belum lagi menjelang melahirkan, bisa kebangun jam 1-2-3 dini hari saking kantung kemih udah tertekan bayi. Mau tidur pun perlu perjuangan cari posisi yang nyaman. Mau pasang kaos kaki sendiri bisa akrobat dulu karena kehalang perut. Belum lagi bentuk tubuh yang berubah drastis bikin selera ngaca berkurang drastis *lebay amat bun, hihi.. Tapii.. Dibalik segala kelemahan, kerempongan, sungguh ada kenikmatan tersendiri. Bila Ia mengizinkan kita untuk menyadari, sungguh ada kebahagiaan yang sulit diungkapkan. Saya mengangg...

Solusi Jaga Adik; Kreativitas di Rumah #Day6

Salah satu tantangan mengasuh bayi yang sudah aktif merangkak kesana-kemari adalah kalo lagi mau ke toilet. Kadang saya bawa sih, tapi kadang kalo mau wudhu gitu kan nanggung ya. Jadilah saya suka minta tolong si kakak untuk liatin adeknya. Biasanya, kakak akan liatin dede dari depan pintu kamar mandi, jadi posisinya kayak segitiga gitu. Kakak akan ngelaporin dedenya lagi ngapain, membahayakan apa engga posisinya (kadang suka pegangan berdiri-berdiri gitu), dan sebagainya. Ini cukup membantu jadi saya bisa ke kamar mandi dengan lebih tenang, hihi. Bertiga sama anak di rumah (baca: kakak ga sekolah) emang artinya Bunda ga ada 'rehat'. Tapi nyatanya banyak kemudahan dan hal menyenangkan yang saya alami karena keberadaan si kakak di rumah. Hal lainnya adalah urusan menghibur bayi. Cukup ngekorin atau merhatiin kakaknya aja, maka dede sudah terhibur. Saya merasa sangat termudahkan dalam urusan ini, alhamdulillah. Semoga Allah beri kemudahan dan keberkahan selalu :) #tanta...

Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa

Tadi muncul tulisan Ust. Harry ini di beranda FB. Biar mudah dibaca-baca lagi di kemudian hari, mari kita tulis disini... *** Keyakinan dalam Mendidik Anak, ditulis oleh Harry Santosa Yakinlah bahwa tugas orangtua mendidik anak adalah tugas dari Allah sepanjang sejarah manusia, maka Yakinlah Allah pasti membantu dam pasti mencukupkan semua yang dibutuhkan. Yakinlah bahwa Allah tidak mungkin salah orang ketika memberi amanah Anak yang demikian itu kepada kita. Kitalah orangtua versi terbaik bagi anak anak kita menurut Allah  Yakinlah bahwa Allah akan mengguyur setiap orangtua dengan hikmah yang banyak, maka banyaklah bersyukur seperti Luqman yang diberi hikmah dalam mendidik anak anaknya Yakinlah bahwa tiap anak sudah membawa potensi baik fitrahnya masing masing. Yakinlah bahwa mustahil Allah ciptakan anak kita tanpa peran istimewa di masa depan. Maka ikuti saja jalan fitrah itu. Yakinlah bahwa jika Allah amanahkan misalnya 10 anak maka Allah instal 10 ilmu p...

Celoteh Asiyah

Di sesi berkisah sebelum tidur.. "Asiyah mau diceritain Nabi Yunus, bisa gak Ayah?" tanya Asiyah hati-hati. Mungkin ia sedikit ragu, dikira mau langsung diminta tidur, karena lampu udah digelapin duluan. "Bisa dong." Jawab Ayah. "Okey!" Wajahnya pun riang lagi. barakallahu fiik

Mengajarkan Anak Cerdas Finansial #Day4

Hari ini Ayah eksperimen di kampus sebentar, pulangnya beliin kue cokelat kesukaan Asiyah (dan Bunda). Asiyah seneng banget. Sambil memotong kuenya, kami coba tanamkan konsep rezeki.. "Alhamdulillah, kue ini rezeki untuk kita dari Allah, melalui Ayah.. Sebelum makan bilang apa dulu?" "Bismillah," jawab Asiyah. Kami pun langsung menghabiskan setengah kue dalam satu sesi duduk ini, hehehe. Sisanya untuk besok insyaAllah.. Penanaman value dalam aktivitas sehari-hari, dalam beragam kondisi, semoga jadi lebih berbekas. Aamiin. #KuliahBunSayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Bunda dan Anak-anak

Image
Hari ini perdana bawa anak-anak pergi (yang agak jauhan alias butuh naik tram) tanpa suami. Sebelum-sebelumnya paling banter daerah sekitar rumah. Apa yang didapet? Bahwa berjalannya hari, detik tiap detik, lancar engga-nya, itu bukan semata ikhtiar diri. Yang saya rasakan sejauh ini, pelajaran dalam menjadi ibu (terutama dengan bayi dan balita) itu utamanya adalah perihal BERSERAH pada Allah. Modal bismillah. Kalo ada kekhawatiran nanti gimana, ubah ke zikir dan balikin jadi 'gimana nanti'. Semoga Allah tunjukin, gerakin ini pikiran dan badan harus gimana. Tadi kita ke Angered centrum. Mau beli sepatu boot winter untuk Asiyah sama ke supermarket beli beberapa stationary dan kebutuhan rumah yang udah abis. Maryam digendong pake soft structure carrier (SSC), Asiyah duduk di stroller. Pas udah berangkat, di deket halte, tiba-tiba Asiyah bilang mau pipis. Waduw bener tadi lupa pipisin dulu sebelum berangkat. Mau balik udah kejauhan, jadilah kita numpang pipis di restoran dek...