Posts

Gerbang akhir zaman atau kechaosan biasa khas dunia?

Baca berita akhir-akhir ini (atau sebenernya dari dulu ya?) bikin watirr.. Ya wabah, ya ihsg anjlok, ya aneka aturan baru (yang terdengar njelimet), belum lagi aneka kelakuan ajaib manusia masa kini.. Larangan-Nya dilabrak, namun teriak-teriak mencari ketenangan. Kodrat dari-Nya diacuhkan, namun diam-diam mencari pelarian dengan perbuatan menzalimi diri sendiri. Aneka usaha dilakukan, merasa hebat. Aneka usaha dilakukan, demi hari esok katanya. Namun pernahkah kita berpikir, bagaimana kalau nyatanya hari esok itu tidak ada? Bagaimana kalau aneka keruwetan ini memang adalah gerbang akhir zaman?  Belum kah waktunya, akhirat lebih kita pikirkan? 

Mulai Menulis Lagi

Bismillah ya.. Nyatanya aku rindu, menulis lagi. Bukan untuk dirimu, bukan pula untuk mereka. Melainkan untuk diriku sendiri. Sebagaimana nama blog ini. Kumau apa yang kutulis disini sejatinya adalah untuk diriku, karena diriku. Tidak terpengaruh dengan apa ekspektasi orang, tanpa mengharap pujian, tidak peduli dengan membuktikan apapun untuk siapapun. Selain untuk-Nya. Agar menjadi pengingat di masa depan; pengingat nikmat, pengingat pelajaran, pengingat rasa. Syukur-syukur bila yang membaca pun merasa ada manfaat. Maka biarlah aku menulis, untuk diriku. Eindhoven, 17 Januari 2020

Memulai 2020

Bismillah.. Alhamdulillah sudah di kota baru, negara baru.. Ga kerasa udah tahun baru ya. Sedikit throwback dulu ya sebelum mulai dengan resolusi (kayak pernah aja bikin resolusi ciyus heheh). Tahun 2019 kemarin masyaAllah warbiasakk. Hal yang ga pernah diduga bisa terjadi, Allah buktikan bisa terjadi. Jangan main-main dengan kekuatan pikiran, cenah. Walau gak tau how -nya gimana, yakin dulu aja, merasalah sebagaimana hal tersebut sudah terjadi. Hadirkan rasa syukur tersebut, seolah-olah yang kita inginkan sudah di depan mata. Tapi... sepertinya akan mulai menurunkan ambisi duniawi. Sudah sedikit merasakan, sudah cukup. Mau lebih mensyukuri hal 'kecil' tak kasat mata tapi sangat bernilai (yang selama ini kerap terabaikan). Atau mungkinkah dibuat seimbang dan balance ? Ah bingung.

Sebaik-baik Sedekah

Kapan terakhir berinfaq pada.... pasangan? atau keluarga? Beberapa kali teman bertanya, merasa kecil hati bahwa dirinya selama ini belum banyak 'bersedekah'. "Aku biasa ngirim segini untuk keluarga, tapi untuk orang-orang lain jarang, kadang abis duluan untuk sekolah adik, atau ini itu." Sungguh aku terkezut. Mereka sudah bersedekah warbiasa banyak (sebenarnya), tapi merasa belum bersedekah samsek karena oh karena bukan disalurkan di lembaga ZIS atau sejenisnya -sedekah yang jauh2 intinya-. Tidakkah kau tahu duhai kakak2 baik hati, bahwa sejatinya tiap rupiah yang kau berikan untuk keluarga juga adalah sedekah? Bahkan sangat mulia dan utama. Bahwa berkali-kali Rasulullah mengingatkan untuk memulai dari yang terdekat. Seringkali mungkin kita berfikir bahwa infaq dan sedekah itu harus sangatlah 'advance', harus yang jauh agar manfaat besar. Betul, tentu sangat mulia memberi pada yang membutuhkan apalagi tidak berkesudahan bencana dan musibah melanda ka...

Quick Update - Pindahan?

Just a quick update. Daripada ditunda-tunda terus kaga ke update ini blog udah debuan dimana-mana heu.. Bismillah.. Sekarang hari Jumat, 6 September 2019. Kami masih di Gothenburg, yang tau-tau udah musim gugur lagi aja. MasyaAllah. Asli sih perasaan baru aja menyambut musim semi alias spring, ealah.. Summer just went like a blink and finally here we are welcoming Autumn! What does it mean? Grab your jacket, gaess.. Enough for the weather update(?), and now moving on to our current condition. InsyaAllah ini adalah dua pekan terakhir kami di Gothenburg tercinta. Iya! This is happening, we are moving on to another city (read= country!). Eindhoven it is. Bismillah. Excited yet excited hihi.. Sekarang ini paksu lagi di tengah project ngecat tembok rumah. Bunda mulai packing-packing barang ke koper sekaligus discarding barang yang udah ga dipake dan beberes. Beberapa barang juga dikirim kargo ke Indonesia. Ribet gak sih pindahan antar negara? Hmm.. Sebenernya kami banyak keban...

Impian VS. Realita

Niat hati= Pokoknya abis ini udah, fokus belajar sama nulis aja. Fokus anak-anak sama rumah juga tentu. Pokoknya gitu, titikk.. Kenyataan= Ngelapak lagi.. ngelapak lagi.. Astaghfirullaah.. Ini hobi atau ketagihan yaa.. Bismillah semoga bisa lebih seimbang dan berkah.. Judulnya.. Bunda Sayang menuju Bunda Cekatan. Aamiin!!

Review Serum Malam: Kiehl's Midnight Recovery Concentrate

Image
Tadinya mau tulis review ini di instrastory , tapi biar lebih mudah dilihat lagi dokumentasinya jadilah memutuskan nulis di blog aja. Siapa tahu ada yang perlu review produk ini ya. Karena namanya skincare kan pilihannya banyak sekalii, bisa perlu effort tinggi sekedar untuk memutuskan pakai yang mana. Sesungguhnya ini tulisan pertama tentang urusan skin care . Bukan berniat mau jadi  beauty blogger  (*siapa guwee), melainkan kebiasaan kalo suka sama suatu produk bawaan pengen ngasi tahu seluruh dunia aja *lebay harap maklum. Ini dia.. Pertama kali pakai Kiehls Midnight Recovery Concentrate ini di bulan Juli 2018 , sebulan sebelum adik saya nikah. Awalnya saya pake serum merk lain udah hampir sebulan. Tapi saya ga ngerasa ada perubahan berarti. Lalu saya coba lah perkakas  skincare adik saya yang bungsu, dia pakai ini. Dan baru coba sekali saya langsung suka! Rasanya nyesel ga beli di Swedia karena perbedaan harganya cukup signifikan. Akhirnya saya bela-be...