Posts

Merangkai Hikmah dari Tanah Suci

Image
Dulu, waktu SMA, guru matematika favorit saya pernah berkata. "Manusia itu ada empat tipe. Tipe pertama yang paling beruntung, yakni mereka yang tahu kalau mereka tahu. Tipe kedua, mereka ga tahu kalau mereka tahu. Tipe ketiga, mereka yang tahu kalau mereka ga tahu. Dan yang keempat, yang paling celaka, yaitu mereka yang ga tahu kalau mereka ga tahu." Nasihat ini menancap dalam hati saya, terbersit pemikiran bahwa kalau mau memperbaiki diri berarti kita harus sadar dulu kalau ada yang harus diperbaiki, kita harus menerima dulu kalau ada yang masih salah dan tidak sesuai.  Saya ingin sedikit bercerita tentang salah satu pengalaman pembuka mata yang cukup berat untuk diakui. Kilas balik, saat berhaji kemarin, saya terkagum dan takjub atas tumpahan manusia yang luar biasa meninggalkan aneka urusan dunianya semata untuk menjawab panggilan Rabb-Nya, tapi disaat yang sama pula saya ditampar untuk sadar bahwa nyatanya pe-er saya (dan kita) masih banyak. Dan bagi saya haji ini m...

Review Buku Halo Balita

Image
Salah satu kebiasaan saya adalah kalo udah jatuh cinta atau tersentuh hatinya(?) akan manfaat sesuatu, maka ga tahan rasanya kalo ga berbagi cerita. Semoga bisa jadi jalan inspirasi atau bisa ada kebaikan yang diambil ^^ (Jadi jelas ya ini bukan postingan berbayar atau bersponsor, *siapa guee hihi) di perpus kota Berawal di April 2015, sekitar seminggu sebelum Asiyah berusia enam bulan, saya akhirnya 'memberanikan' diri membeli sepaket buku Halo Balita. Kenapa saya bilang butuh keberanian untuk beli buku ini? Pertama, bagi saya sepaketnya ga murah, harus mengalokasikan dana yang cukup besar bagi kami yang sebenernya bisa banget dipake untuk keperluan lainnya (harga saat itu sedang promo jadi 1,9juta, diskon dari harga awal 2.375.000). Walopun kalo dipikir-pikir mah murah-mahal itu relatif banget ya, kalo dibandingin potensi manfaat yang bisa didapat, bisa aja justru hitungannya murah. Dan dipikir-dipikir lagi, dengan ngerem pengeluaran di pos lain, boleh jadi kekumpu...

Mengajarkan Alquran Sejak Dini Pada Balita

Image
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17). Benarlah alquran ini kitab mukjizat, berjuta orang sudah dan sedang menghafalnya di seluruh dunia, tak terkecuali anak -anak. Karena sesuai janji-Nya, alquran telah Ia mudahkan bagi kita untuk dipelajari.  Ceritanya Asiyah (sekarang 25 bulan), alhamdulillah cukup menonjol di bidang verbal. Ia senang sekali dengan kata-kata. Mulutnya ga bisa berhenti entah itu ngoceh, nyanyi, atau ngunyah(?).   Setelah dia sudah bisa merangkai nada, dia suka menyanyi sendiri saat lagi main. Suatu hari saya membatin, "Andai ya nak, yang keluar dari mulutmu bukan hanya nyanyian, tapi juga alquran yang secara spontan terucap saat kamu bergumam.."   Sebenarnya saat itu Asiyah sudah cukup hafal beberapa surat dari murotal yang dipasang, tapi baru 'bunyi' kalau diminta, itu pun bergantung mood . Biar mimpi itu ga sekedar angan, saya coba bikin program. Menging...

Menjejak Peristiwa

Image
Benarlah alquran ini kitab mukjizat, bukan hanya tentang kandungan isinya, tapi juga makna tersirat, cara penyampaian, sampai pemilihan katanya mengandung pelajaran. Suatu hari saya mendengar kajian tentang surat Alkahfi (antara dari Mufti Menk atau Ust. Nouman Ali Khan atau keduanya-- semoga Allah berkahi mereka), dan saya tersentak karena mendapat pemahaman baru. Kembali, saya tersungkur akan dahsyatnya alquran. Berapa jumlah pemuda Alkahfi yang berlindung di gua? Tiga? Lima? Tujuh? Nyatanya tidak ada satu pun kita yang bisa yakin menjawab karena memang Ia tidak menyebutkan angka pastinya. Karena tidak disebutkan berarti jumlah disini bukanlah hal yang ingin ditekankan, melainkan fokus ada pada hikmah dan kisahnya itu sendiri. Begitu pula yang saya rasakan terhadap aksi 212 kemarin, tentu estimasi jumlah peserta itu perlu, biar ga dikerdilkan maupun dilebaykan, tapi jangan sampai menggeser esensi dan hikmah dapat dipelajari. Lihatlah, dan lihatlah lebih dalam lagi, mukmin ma...

Terima kasih

Bahagia itu sesederhana saat berjauhan (ia di kantor dan saya di rumah), lantas menemukan pesan masuk seperti ini, "Makasi nasi gorengnya ya, Bunda. L*v* you deh.." "Makasi ya Bunda, udah ngurusin Aku dan Asiyah.. I l*v* you"  dan aneka terima kasih- terima kasih lain atas hal-hal sederhana. Bukan, bukannya haus terima kasih, tapi hal itu terasa seperti perhatian, sayang, dan wujud penghargaan. Terima kasih atas terima kasih-terima kasih mu. I love you too ^^ “When talking about marriage, Allah says your spouses are garments for you. A garment may or may not fit perfectly-but either way, it covers imperfections, protects and beautifies.” Yasmin Mogahed *disensor demi menghormati yang masih single, huehehe

Serpihan Hikmah di Kampus

Image
Scene 1 "Kamu asalnya darimana?" Teman sebelah saya, wanita asal Swedia bertanya. "Indonesia.." "Oh, saya tahun lalu pertukaran pelajar ( exchange ) ke negara tetangga kamu, Singapura. Saya juga berkunjung ke beberapa kota di Indonesia saat libur. " Saya nyengir lebar seolah bertemu sahabat lama. Di rantau begini, denger ada yang tahu Indonesia aja udah bikin saya seneng, apalagi ketemu yang punya hubungan lebih dalam lagi dengan negara kita. Ia pun mengenalkan saya dengan satu lagi teman asal Swedia yang juga exchange disana, pria muda. "Mmm.. Kalo boleh tahu itu gimana ya asap kok bisa separah itu? Waktu kami disana lagi parah-parahnya, dan itu berbulan-bulan." Nyengir lebar saya meredup seketika. Bayangan mengobrol ringan tentang keindahan Indonesia pupus dan berganti dengan sedikit rasa sesak yang susah didefinisikan. Kami bertiga pun mulai berdiskusi dan saya merasa wawasan mereka luar biasa luasnya, saya malu sendiri, ngerasa ga sed...

Turtle Basic Cookies

Image
Asiyah lagi sukaaa banget sama biskuat, oleh-oleh Omanya dari Indonesia. Dibawain tiga pak besar, sekarang sisa 1,5 pak dalam waktu sekitar seminggu, padahal udah dibates-batesin ngasihnya. Sebelum bener-bener kehabisan, saya mau coba bikin stok cookies sendiri. Tentunya lebih nyaman ngasihnya karena tahu pasti komposisinya apa aja, takaran gulanya juga bisa diatur sendiri kalo mau ga terlalu manis. Berbekal buku pinjaman dari perpus (iya, masih buku masak untuk anak-anak,, wkwk), jadilah turtle cookies ini. Kebetulan Oma ngasih cetakan cookies aneka bentuk, menghindari kegalauan milih-milih bentuk saya seragamain aja bentuknya jadi kura-kura. Well , ada kangguru sih dua nyempil :D Resepnya begini, terigu 5dl (sekitar 300gram) butter 250gram gula 150 gram kuning telur 1 gula vanili 2 sdt garam sedikit Caranya, - Aduk mentega dengan gula, pakai spatula aja cukup - Masukan kuning telur - Masukan tepung, gula vanili, dan garam sedikit - Aduk lagi sampai kalis dan tercam...