Posts

Koki Amatir: Super Easy Blackberry Volcano Cookies

Image
Suatu sore di hari pertama puasa, kami bertiga lagi santai-santai aja di ruang tengah. Pak suami dan Asiyah lagi baca buku bersama, buku yang saya pinjem dari perpustakaan kota; Minsta Bakboken , buku baking untuk anak-anak. Tiba-tiba aja pak suami nyeletuk tentang mau bikin cookies. Wehehe, saya emang belum (sempet) coba-cobain resepnya. Pas liat-liat isinya, ternyata ada yang bahannya kita punya semua. "Eh.. ga harus hari ini juga kok, Bunda.." "Ga apa-apa, sebentar kok bikinnya, tuh baking time kurang dari 15 menit." "Ohh oke deh." Yuk kita bikin  cookies ! Sebenernya Bunda dan baking belum temenan banget, pengalaman gagal lebih banyak daripada berhasilnya. Ya bantet lah, ya kemanisan lah, ya salah takaran lah, sampe salah masukin gula jadi garem juga pernah. Tapi demi belajar hal baru, Bunda tetap memberanikan diri pinjem buku baking (iyaa, walaupun for kids, hihi..) ke perpus. Judul= Minsta Bakboken ( Baking Book for Kids ) Sebener...

Those are Big Things!

Image
"Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya menginginkan kehidupan dunia. Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji , kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya, Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu mengangap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. AN-Najm ayat 29 sampai dengan 32). "Shalat lima...

Keep Swimming, just Keep Swimming

Image
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." (QS. Adz-Dzariyat: 55) Peringatan itu bermanfaat, bagi orang-orang mukmin. Dalam penjelasan tafsir ayat ini dijelaskan bahwa iman, rasa takut, sikap kembali, dan mengikuti keridhaan Allah menjadikan peringatan bermanfaat dan nasihat membekas dalam hati orang-orang mukmin.  Allah juga menjelaskan mengenai ini di ayat lain, “Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,---Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,---Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.” (Terj. Al A’laa: 9-11)  Dalam tafsir tersebut juga dijelaskan, "Adapun orang yang tidak memiliki iman dan kesiapan untuk menerima peringatan, maka orang ini tidaklah bermanfaat peringatan baginya seperti halnya tanah yang lembab yang tidak dapat menumbuhkan apa-apa meskipun disirami air hujan. Orang yang seperti ini meskipun semua ayat didatangkan kepada mere...

Prophetic Parenting; Cara Nabi Mendidik Anak (Bag-1, Hal Besar di Tangan Orang Tua)

Image
Setelah sekian lama mendambakan buku ini, qadarullah akhirnya sampai juga ke tangan saya di utara bumi ini. Respon pertama adalah "wah ternyata tebel ya, asik!". Bukan mau sok-sokan, tapi untuk buku bagus saya suka kalo dia tebel, jadi ga cepet abisnya ^^ Bukunya komprehensif banget, dalil-dalilnya ditulis jelas dengan kedudukan haditsnya apakah itu sahih dan sebagainya. Biar ga kelupaan saya tulis semampunya dulu ya.. Bagian pertama menjelaskan tentang masa awal, sebelum kehadiran anak, yakni masa tiap wanita dan laki-laki memilih pasangan hidupnya. Salah satu tanggung jawab orang tua adalah memilihkan calon ayah dan ibu yang baik agamanya untuk anaknya, iya, sekalipun anak itu belum hadir di dunia. Karena orang tua akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sang anak. Imam Ghazali mengatakan, "Anak adalah amanat di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipah...

Jurnal Asiyah Usia 19 Bulan

Image
Asiyah 19 bulan Alhamdulillah.. Segala puji dan syukur hanya untuk Allah.. atas segala nikmat yang Ia limpahkan, atas apa-apa yang Ia berikan.. Ga terasa udah 19 bulan aja usia Asiyah.. Bayi kecil montok dengan rambut hitam lebat itu sudah bertumbuh jadi gadis cilik yang mulai pandai bercerita.. Empat Kata Dalam 1 bulan dari kali terakhir Bunda menulis tentangmu sudah begitu banyak perubahan. Sejak pertama kali mulai bisa merangkai dua kata di usia 18 bulan, dalam selang 1-2 minggu Asiyah mulai bisa merangkai tiga kata. Selang seminggu berikutnya, Asiyah mulai bisa merangkai empat kata. Beberapa rangkaian yang Bunda ingat adalah: Ana jins atsah oyon --> Celana jins Asiyah bolong Bong anda utchu --> Bros Bunda lucu ananan asiyah ayan --> Bayangan Asiyah jalan dsb.. Asiyaah, cerita dong.. Alquran Asiyah juga sudah bisa mengikuti Bunda mengaji, ujung-ujung ayat. Seperti surat Annas (Annaan kalo kata Asiyah), juga surat Annaba. Dalam dua tahun pertama ini me...

Wake Up

Musibah terbesar adalah matinya hati, kebasnya jiwa dari aneka rasa. Hal yang harusnya membuat malu, tidak terasa. Hal yang harusnya mendatangkan syukur, tidak terasa. Hal yang harusnya mendatangkan sesal, tidak terasa. Hati kehilangan kemampuan mengartikan hikmah dan tanda. Gagal paham. Gagal ambil kesimpulan. Sialnya, kematian hati membuat diri merasa baik-baik saja. Namanya pun tak mampu lagi menangkap rasa. Rugi.. Sungguh rugi.. Naudzubillah min dzalik.. Lalu, bagaimana? Pertama, sadari bahwa ada yang salah pada hati kita sekalipun semua terasa seolah baik-baik saja. Sadari, menjadi sadar seutuhnya. Kedua, tengadahkan tangan, tuangkan dalam doa. Seringkali kita ingin ini dan itu tapi begitu berat mengangkat tangan ke langit. Tidak begitu, tengadahkan tangan dan ucapkan dengan kata-kata. Ketiga, basahi mulut dengan zikir di sepanjang waktu. Ingat Ia semampu kita, sesering mungkin. Bersamaan dengan itu, tinggalkan semua maksiat. Apa itu maksiat? Semua yang Ia...

Datum

Dalam mengukur sesuatu kita butuh satu titik tempat berangkat agar pengukuran akurat. Begitu pun dalam hidup, ada begitu banyak konflik dan kasus yang sangat mungkin membuat bingung bila kita tidak punya satu tempat berdiri sebagai acuan. Katakanlah dalam hal mengasuh anak, dokter A bilang diatas setahun sudahi saja ASI-nya, dokter B bilang menyusui itu bagusnya sampai dua tahun, kalau kita tidak punya titik pijak maka sangat mungkin pikiran kita terombang-ambing ga tentu arah. Begitu juga dalam aneka hal lainnya, ada banyak pendapat dan kata orang yang kalau diikutin sih kedengerannya keren dan meyakinkan semua, tapi apa iya semuanya bener? Lagi-lagi, sejauh apapun pikiran mengembara, pada akhirnya ia bertekuk lutut pada kebenaran Sang Pencipta. Benar dan salah, baik dan buruk, semua sudah didefinisikan dengan sempurna. Bahkan Ia menurunkan rasul sebagai pemberi contoh agar semakin jelas apa yang harus diikuti. Jujur, sebelum mendengar tentang kisah rasul mendidik anak (parenting na...