Posts

Jalan-jalan ke Austria, Day 1, Tentang AirBnb

Image
Minggu lalu, 17-24 Maret 2016, adalah pertama kalinya kita liburan bertiga aja di Eropa. Sebelumnya waktu Asiyah 7 bulan dan 13 bulan pernah ke Copenhagen tapi ga sama Ayah. Jadi liburan kali ini bisa dibilang spesial :) Kemana kami? Vienna dan Graz, Austria. Kebetulan Ayah ada conference di Graz selama 3 hari, maka kami ngekor aja dengan menambahkan Vienna untuk jalan-jalan. Pemandangan di Kereta Vienna-Graz Rute Perjalanan Conference pak suami sendiri berlangsung di Kota Graz tanggal 21-23 Maret, maka otomatis pada tanggal segitu kita musti ada di Graz. Dan kami sepakat mengakhirkan conference ini alias jalan-jalan ke Vienna dulu, mumpung batere bocil masih full . Maka ada dua pilihan rute perjalanan yakni berangkat dan pulang dari beda kota (datang di Vienna dan balik ke Gothenburg dari Graz) atau berangkat dan pulang dari Vienna aja atau dengan kata lain dari Graz nanti harus kembali ke Vienna naik kereta. Gambar dari sini Setelah menghitung dan menimbang-nimb...

Menjaga Lisan

Pengajian Safinatunnajah Gothenburg, 28 Maret 2016. Segala ucapan kita, yang baik, yang buruk, yang ragu-ragu, maupun yang sia-sia semua akan dicatat. dan diminta pertanggungjawabnnya. “ Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”  (QS: Qaaf: 18). “ Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”  (QS. Al-Isra: 36) Terdapat beberapa hal yang dapat membuat lisan tergelincir, diantaranya: 1. Berkata tidak pada tempatnya Salah satu adab dalam berbicara adalah memperhatikan dengan siapa kita berbicara. Jangan bicarakan tentang kekayaan di hadapan mereka yang kekurangan. Jangan bicarakan tentang kesehatan di hadapan mereka yang sedang sakit. Jangan bicarakan tentang orang tua di hadapan orang yang yatim. Dan jangan pula berkata seolah kita sudah menguasai banyak hal. 2. Berdusta walau pada hal kecil Berkata benar walaupun kepada anak-anak. Contoh kita bilang ada pe...

Cinta Hakiki

Di Instagram nemu ini: "Cinta terbaik adalah ketika kau mencintai seorang kekasih yg membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh.. Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak.. Dia jadi penegur saat taatmu luntur.. Dia jadi penasehat saat kau maksiat.. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur.. Ya, dialah cinta terbaik, yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga ingin bertemu kembali di surga.. " by dwpermata Ya, karena setelah menikah, langkah kita akan selalu terikat, Kau seret aku ke kebaikan, atau aku menyeretmu menuju perbaikan.. Semoga tiap detik selalu berisi pembelajaran.. Tentang bangkit dan belajar dari setiap peristiwa.. S emoga Ia mampukan kita saling mengisi, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran..

Untuk Apa?

Setahun yang lalu, tepatnya Winter 2014, seorang teman yang sudah saya anggap kakak saya sendiri , Mbak Afrina, mengajak saya melakukan sesuatu yang saya anggap 'gila'. Ia meminta saya menjadi guru TPA (Taman Pendidikan Alquran), tepatnya menjadi guru TPA di Göteborg seorang diri dalam keadaan hati amburadul karena masih adaptasi menjadi ibu (atau mungkin bahasa kerennya babyblues ). Kalau logisnya, saya akan menolak, ngurus diri sendiri aja belum bener, ngurus bayi masih keteteran, ini lagi nambah-nambahin pe-er. Tapi, deep down inside , saya tahu ini boleh jadi mengandung kebaikan, saya tahu ada kesempatan amalan yang begitu besar, yang saya ga mau merugi karena melewatkannya. Dan sejujurnya, ide serupa, pernah terbersit di benak saya, dulu sekali. Maka bermodal bismillah , saya coba melakukannya. Kami merancang kurikulum (seadanya) berdua, saya bagian huruf hijaiyah dan beliau bagian materi tematik. Saya merasa senang karena ada partner dimana saya banyak belajar dari...

Teguran

Betapa beruntungnya mereka, yang segera diingatkan-Nya saat alpha, walaupun kadang tegurannya terasa pedih dan berat, karena artinya Ia masih peduli. Betapa beruntungnya mereka, yang mampu memahami tanda-tanda kebesaran-Nya, sehingga mudah hatinya menangkap makna, sehingga kembali pulang dirinya senantiasa. Betapa beruntungnya mereka, yang saat ditimpa sesuatu yang menyusahkan, bersegera memeriksa diri, mungkin ada amalan yang terlupa, mungkin ada maksiat yang dikerjakan. Karena muslim bertakwa, sungguh sangat berhati-hati, meninggalkan segala yang dapat menodai hati, Sibuklah dengan menghisab diri sendiri.. Astaghfirullah aladzim.. Walhamdulillahirabbil 'alamin..

Surat Untuk Cintaku #3 Tentang Membaca

Image
Kalau udah mulai sore, seperti ada alarmnya, Asiyah mulai gelisah nyariin Ayah. Tiap bentar nengok ke pintu sambil manggil Ayah, kadang sambil ngejawab sendiri. "Ayah.. Ayaah.. Eja (Kerja).. Ayah.. Eja.. Ayah.. Eja.." Gitu aja sampe menemukan aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatian. Dan begitu Ayah pulang, ga pake babibu, langsung main dan kegiatan favorit Asiyah adalah baca buku. Beberapa hari ini, di ruang tengah digelarin kasur tipis buat tidur-tiduran. Asiyah suka banget baca buku sambil tiduran di paha Ayah. Ga mau udahan baca bukunya, selesai satu buku, ngacir ke rak dan ambil judul lain. Begitu terus sampai Ayah kelaparan, hehe. Kalau diinget-inget kisah cinta Asiyah dengan buku itu dimulai sedari bayi merah. Kalau kebanyakan ibu lain begitu semangat membeli aneka baju, mainan, atau peralatan bayi, yang menjadi prioritas Bunda adalah buku untuk Asiyah. Buku pertama Asiyah itu buku-buku bantal, Bunda beli sekali selusin. Beberapa dikasih juga ke Thariq dan Au...

Book Review: Bergiat Dakwah Merajut Ukhuwah

Image
Dirangkum dari Penuturan Rachmat Lasama, 7 Maret 2016. Katanya kalau mau melihat peradaban lihat buku2 yang dibaca orang2nya. Kata Ustadz Salim A. Fillah, Litbang Kemenag pernah merilis data, di tahun 1970-1990 awal buku2 islam yang terbit didominasi wacana pengetahuan, ekonomi islam, hingga politik islam.  Maka kita pun memanennya di akhir periode itu dengan tumbuhnya ikatan cendekiawan muslim, ekonomi syariah, perbankan syariah, hingga kesadaran politik islam.  Sebaliknya di tahun 1990-an akhir hingga hari ini buku2 yang terbit kebanyakan kembali mempertajam sisi2 khilafiyah furu'iyyah di kalangan umat, antar ormas islam, organisasi dakwah, dan antar harakah. Detail sekali peruncingan perbedaan itu hingga kita pun kembali memanennya dalam bentuk sensitifnya lagi soal-soal yang sebenarnya bertahun lalu telah diredam oleh para Ulama dan Zu'ama dengan amat bijak. Nah alhamdulillah pas gue liat2 udah mulai sedikit buku2 perselisihan umat islam. Buku dengan embel2 jud...