Posts

Dibalik Nama

Asiyah; Agar kelak kau meneladani sosok Ibunda Asiyah Binti Muzahim, wanita mulia yang lembut hatinya, teguh menjaga tauhidnya, pelindung kaum lemah dan teraniaya. Dengan didikannya ia mengantarkan Musa menjadi Nabi. Pasti ada sebab kuat ia bisa mendapat posisi istimewa, wanita yang dijanjikan rumah di surga. Ialah satu dari empat wanita terbaik sepanjang masa. Rania; Rania berarti ratu, selaras dengan nama depanmu. Hakikatnya tiap wanita adalah ratu di keluarganya. Kami ingin kau menjadi ratu yang dapat mendidik anak-anakmu kelak dengan baik, insyaAllah . Sveanisa; Agar menjadi pengingat bahwa Swedia menjadi latar awal kehidupanmu. Svea berarti gadis swedia, dan kami tambahkan 'nisa' dari Bahasa Arab yang juga berarti perempuan. Adefys; Ini singkatan yang akan kami berikan pula ke adik-adikmu ( insyaAllah ); Anak Dery dan Ferry yang Shalih/ah. Dengan sepenuh cinta, Ayah dan Bunda.

Jangan Jadi Orang Tua Durhaka

Suatu pagi saya menerima broadcast whatsapp di grup 'melingkar' emak-emak. Isinya tentang parenting , bagus banget tapi cukup panjang. Biar enak bacanya, saya coba share disini. Kebetulan pas banget beberapa poinnya baru aja saya denger beberapa hari sebelumnya dan sempet saya posting disini; Menyayangi Anak Dimulai Sebelum Mereka Ada . Semoga bermanfaat ya ^^ --- [Notulensi Kajian Ahad Pagi Pekan ke-4, Kajian Ketahanan Keluarga] Jangan Jadi Orang Tua Durhaka Bersama : Ustadz Bendri Jaisyurrahman (Pegiat Komunitas @SahabatAyah) Ahad, 24 Januari 2016 07.00-09.00 WIB Aula Utama Masjid UI Depok Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, QS. Al-Alqaf : 15-18 - Ayat 15 Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sa...

Seperti Segitiga

Suatu hari, saat saya dan beberapa teman sedang (duduk) melingkar bersama seorang teteh baik hati, sang teteh berkata, kedekatan kita, ibarat segitiga. Titik puncak adalah Allah, diri kita adalah satu sisi segitiga, dan dengan siapa hati kita tertambat adalah sisi segitiga lainnya. Sebagaimana segitiga, saat satu sisi semakin bergerak ke atas, sisi yang lain pun turut bergerak ke atas. Maka, tak sulit untuk mencari sahabat yang baik, cukup dekatkan hati kita pada Ia yang Maha Tinggi, maka akan Ia dekatkan pula kita dengan mereka yang dekat dengan-Nya. “Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari) Semoga Ia pantaskan diri ini untuk menjadi cermin yang hanya memantulkan apa-apa yang baik.

Do It

Kau tahu rasanya saat ada urusan yang belum selesai? Ya, rasa tak enak di dada itu. Tidak akan bisa hilang sejauh apa pun kau menghindari. Maka, beranilah, hadapi. Selesaikan. Agar tenang kembali hatimu.

Resume Talk "Pendekatan Anak Sesuai Perkembangan Otak".

Image
Ceritanya abis nonton youtube saya coba buat resume-nya. Tulisan ini dibuat biar ga kelupaan. Hanya poin-poin garis besarnya aja, lengkapnya mangga disimak langsung di video yang dilampirkan dibawah ini. Semoga bermanfaat. --- Rangkuman talk Dr. dr. Tiara Aninditha, Sp. S, dosen FKUI, tentang "Pendekatan Anak Sesuai Perkembangan Otak". Perkembangan otak anak sesuai usia: 0-3 tahun cepat menyerap, semua otomatis terserap. Pertumbuhan otak 90% selesai pada usai 5 tahun. 6-9 tahun sudah harus punya kemampuan tertentu baik secara fisik dan moral. 9-11 tahun sudah bisa tahu peraturan dan bisa konsekuen. Koneksi syaraf otak pada usia 7-15 tahun akan dipegang sampai dewasa. Pada masa inilah otak membentuk bagaimana bersikap, bertindak, dan adab. Koneksi yang tidak dianggap penting akan dibuang. Setelah itu sisa koneksi akan dipakai sampai dewasa. Ayah dan ibu harus sepaket, satu misi. Jangan ada perbedaan dalam mengajari anak. Kalau tidak maka saraf akan bingung ...

Menyayangi Anak Dimulai Jauh Sebelum Mereka Ada

Image
Suatu hari, di zaman Umar Bin Khattab menjadi khalifah, ada seorang lelaki tua yang datang kepada beliau. "Ya Amirul Mukminin, saya punya anak yang tidak patuh pada saya." Beliau pun menjelaskan aneka keluhannya terhadap sang anak.. Umar mendengarkan lelaki tua itu, dan ia pun memanggil sang anak. Umar berkata, "Kau tahu? Ayahmu mengeluhkan tentangmu. Kamu harus memenuhi hak dari ayahmu" Sang anak pun menjawab, "Apakah saya boleh bertanya?" "Ya, tentu" "Apakah saya juga punya hak? Apa hak-hak saya?" Umar pun menjelaskan, "Hak anak yang pertama atas ayahnya adalah dipilihkan ibu yang baik. Ayah harus memilih pasangan yang baik agamanya, yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Dan juga demikian halnya untuk wanita. Setiap wanita harus memilih pasangan yang baik agamanya karena kelak bila Allah mengizinkan, ia akan menjadi ayah dari anak-anaknya." Selebihnya bisa disimak dalam video Mufti Menk dibawah ini...

Sebelum Terlambat

Tidak pernah ada yang mengatakan bahwa menjadi orang tua itu mudah. Suatu waktu saya pernah mendengarkan lecture ustadz Nouman Ali Khan, beliau cerita, saat lagi repot-repotnya mengurus newborn , ia dengan penuh harap bertanya ke kerabat yang anaknya sudah dewasa, "Ini semua akan membaik kan?" Dengan kata lain, kerepotan dan kesusahan ini cuma sementara, kan? Dan tahukah apa jawabannya? Sang kerabat itu bilang, "Jika bisa memlilih, mendingan saya ganti popok tiap sebentar (dibanding apa yang saya hadapi saat ini). Percaya sama saya, ngurus bayi ga ada apa-apanya (dibanding saat mereka besar nanti)." Sukses bikin saya melongo. Kebetulan saya nonton lecture itu pas lagi masa adaptasi jadi ibu baru, asli rempong. Dan ternyata, semakin kesini, melihat sekitar, saya jadi paham. Bahwa seiring bertumbuhnya anak, akan semakin dinamis tantangan yang dihadapi orang tua. Saat anak beranjak satu tahun, ia butuh diajak bermain lebih intens, ga cukup dengan disusui aja...